Poso, detail73 – Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Poso–Ampana sempat lumpuh total, Kamis (30/7) malam. Penyebabnya bukan tabrakan antarkendaraan, melainkan sebuah pohon di tepi jalan yang tumbang setelah tersenggol truk ekspedisi. Kendaraan bermuatan itu terbalik dan menutup hampir seluruh badan jalan.
Insiden terjadi sekitar pukul 21.10 WITA di Desa Tongko, Kecamatan Lage. Berdasarkan informasi di lokasi, truk ekspedisi rute Palu–Luwuk lebih dulu mengalah memberi ruang bagi kendaraan dari arah berlawanan. Saat kembali melaju, bagian kendaraan diduga menyentuh pohon yang condong ke badan jalan hingga akhirnya roboh dan menghantam truk.
Akibatnya, akses utama yang menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat sempat terhenti. Antrean kendaraan mengular dari dua arah karena badan truk melintang, sementara batang pohon menutup jalur yang hanya memiliki satu lajur efektif.
Situasi berubah setelah personel Denzipur 15/Siwagi Lemba Maroso (SLM) tiba di lokasi. Bersama warga, prajurit mengamankan area, membantu pengemudi dan kenek keluar dari kendaraan, serta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan yang lebih panjang.
Meski benturan cukup keras hingga membuat truk terguling, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Fokus penanganan kemudian diarahkan pada percepatan pembukaan jalur agar aktivitas transportasi kembali normal.
Untuk mempercepat evakuasi, Denzipur 15/SLM mengerahkan satu unit Backhoe Loader. Alat berat itu digunakan memindahkan truk dan material pohon yang menghalangi jalan sehingga proses normalisasi dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Komandan Detasemen Zeni Tempur (Danden Zipur) 15/SLM, Mayor Czi Rendra Yudha Wardhana, melalui Pasi Intel Kapten Alfred Ganta mengatakan, personel bergerak segera setelah menerima laporan warga. “Kami langsung mengerahkan personel dan alat berat agar proses evakuasi berjalan cepat. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat serta membuka kembali akses jalan yang sempat terputus,” kata Kapten Alfred.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap pohon-pohon yang berada di sepanjang jalur poros, terutama pada malam hari. “Kami mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya di sepanjang ruas jalan. Respons cepat akan lebih efektif bila didukung informasi dari masyarakat,” ujarnya.

