Bersama beberapa teman sesama profesi bertolak ke Kota Luwuk, kota yang dijuluki Kota Air (Aman, Indah dan Ramah) menjadi tuan rumah gawean 3 tahunan ke VIII Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) se Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menempuh perjalanan Laut-Darat menyita waktu kurang lebih 9 jam harus tiba di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai paling timur di Provinsi Sulawesi Tengah.
Tepatnya Senin 01 Juli, rasa optimis meraih menjadi jawara pertama kali muncul ketika berada di Pelabuhan Penyebrangan Feri Ganda Ganda, hendak bersiap-siap, seiring KMP Dolusi menarik sauh menyebrangi lautan biru teluk Tomori.
Merasa bagian dari Kontingen Morowali Utara, ada rasa penuh semangat dibalut percaya diri juga terpancar dari gestur semua kontingen termasuk perserta hendak beradu vokal pada lomba paduan suara.

Ajang Pesparawi ini perlombakan 5 kategori, sehingga kehadiran ratusan orang di dermaga pagi itu adalah perwujudan dari berbagai tim yang berlatih di beberapa tempat dan pagi itu menyatakan tekad berbuat yang terbaik dalam arena vokal.
Latihan yang selama ini dijalani akan dibuktikan menghadapi saudara seiman dari 11 Kabupaten dan 1 Kota di Sulawesi Tengah.
Tempuh 5 jam perjalanan menggunakan transportasi laut disambung empat jam perjalanan darat dari Siliti ke Kota Luwuk menggunakan 32 mobil mengantar Kontingen Morowali Utara ke Kota Luwuk Banggai.
Saat tiba di Kota Luwuk, rombongan ke tempat penginapan. Tapi beberapa anggota kontingen harus mendapat perawatan medis. Meski demikian, tekad memberikan yang terbaik bagi Morowali Utara tergambar jelas saat kami secara tidak sengaja berkeliling melihat kesiapan peserta berlatih dengan penuh semangat.
Alhasil, acara pembukaan tanggal 2 Juli 2024 semua dalam keadaan siao. Pada esoknya diawali dengan penampilan Paduan Suara Anak (PSA) Morowali Utara, mendapat undian 7 sebagai pembuka, terlihat memikul beban namun tetap berusaha tampil maksimal.
Meski hasilnya hanya meraih peringkat 6 namun justru menjadi spirit bagi kategori Lomba memberikan signal yang terbaik bagi Bumi Tepo Asa Aroa yang di cintai.
Paduan Suara Anak dan Paduan Suara Remaja Pemuda adalah penampil pertama dalam pada hari kedua di Bulan Juli. Morowali Utara meski tidak maksimal tapi tampil maksimal akan apa yang mereka latih selama ini.
Keduanya hanya mampu meraih posisi ke-empat dan ke-enam. Meski begitu mereka tetap diganjar sebagai paduan suara yang masuk kategori emas (gold) karena nilainya diatas 80.
Pembuktian itu akhirnya terwujud dalam lomba di kategori Paduan Suara Pria. Morowali Utara (Morut) menjadi yang terbaik menyisihkan lawan-lawannya.
Kesuksesan ini diikuti Paduan Suara Wanita saat menjadi yang terbaik. Paduan Suara Campuran meski sudah tampil maksimal tapi hanya berada di posisi ketiga dibawah Sigi dan Palu, namun tetap berada di kategori emas (gold).
Atas hasil ini, Morowali Utara menjadi juara umum dengan mengirimkan dua nomor pada Pesparawi Nasional di Manokwari (Papua Barat).
Saya menilai, soal kunci keberhasilan Morowali Utara dalam perhelatan ini adalah kebersamaan serta kekompakan semua kontingen.

Keberhasilan ini tentu tak lepas peran dan dukungan Bupati Morut Delis Julkarson Hehi dan Ketua TP PPK Morut, Febriyanthi Hongkiriwang yang selalu berada bersama tim sejak pelatihan sampai pada saat penampilan untuk selalu memberikan sport dan menyemangati para tim lomba Pesparawi morut itu .
Tim pendamping baik otu LPPD maupun bidang lainnya selalu berupaya berbuat yang terbaik memenuhi kebutuhan tim, termasuk para pengawal informasi, menjadi bagian dari peliputan kegiatan Pesparawi.
Tidak mengherankan jika tangis yang pecah saat pengumuman pemenangang di Hotel Estrella kota Air Luwuk (tempat pelaksanaan lomba) terus berlanjut diatas KMP Dolosi dengan Dero disalah satu bagian kapal, meski ditengah gelombang yang membuat para penumpang harap-harap cemas ibarat lagu Ditengah Ombak dan Badai Pencobaan. Sampai jumpa di Manokwari.**

