POSO – Sulaiman Agusto Hambuako, calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah melakukan kampanye terbatas di Desa Kelei, Kecamatan Pamona Timur, Selasa malam (12/11). Agusto berpesan agar tidak memilih pasangan yang membayar karena setelah itu lasti dilupakan.
Pesan Sulaiman Agusto disampaikan sebagai pengingat kepada warga karena hari pencoblosan semakin dekat dan memastikan pilihan jatuh pada pasangan nomor urut 03, Rusdy Mastura-Sulaiman Agusto.
Kata Agusto, misalnya dengan uang Rp500 ribu, itu kalau dibagi 60 bulan (5 tahun) maka hanya Rp8.500 per bulan. Jadi, pemilih hanya dihargai Rp8.500 per bulan saja, setelah itu tidak bisa apa-apa lagi.
Agusto juga memperagakan cara mencoblos pasangan nomor urut 03 di surat suara.
Pensiunan Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat itu juga membeberkan berbagai alasan sehingga dia menerjma ‘lamaran’ Rusdy Mastura untuk menjadi calon wakil gubernur.
Mantan Pangdam Tanjung Pura itu mengatakan, saat bertemu pertama kalinya dengan Rusdy Mastura, ditawarkan menjadi wakil gubernur. Ketika itu dia baru saja pensiun dari TNI Angkatan Darat.
“Pak Gub, saya ini khan tentara pak. Bapak suruh saya pergi perang, saya pergi. Apalagi Bapak suruh saya jadi wakil gubernur, pasti saya mau. Kenapa saya mau karena saya belum pernah berbakti buat kampung saya ini,” ujar Sulaiman Agusto.
Kata Sulaiman, faktor Rusdy Mastura sehingga dirinya mau maju di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah.
“Kita khan kalau memimpin, kerjasamanya harus bagus. Pak Cudy ini orang tua tapi jiwanya, jiwa muda semangat muda. Saya belum pernah liat yang saya kenal ya, ada pemimpin itu pikirannya hanya untuk rakyat saja,” bebernya.
Tambah Agusto, pengalaman Rusdy Mastura sudah sangat mumpuni, pernah di legislatif, dua kali jadi Walikota Palu dan kemudian jadi Gubernur hingga sekarang.
Selama jadi Gubernur, Rusdy Mastura sudah membiayai sekitar Rp200 miliar unfuk infrastruktur di kabupaten Poso. Seperti jalan lingkar Danau Poso dan beberapa ruas jalan lainnya, termasuk hibah tanah lahan pembangunan rumah sakit di Desa Maliwuko sekarang.
Begitupula rencana peternakan sapi di Napu dan sudah dikunjungi oleh Menteri Pertanian sebulan lalu. Termasuk pembangunan rumah sakit dhuafa kerjasama konglomerat Chairul Tanjung di lokasi bekas RSUD Undata.
“Ini antara lain bukti kecintaan beliau kepada masyarakar Kabupaten Poso,” katanya. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi saya, saya mau bersama-sama dengan Pak Rusdy Mastura,” terangnya.
Padahal, Sulaiman Agusto sudah mengenal lebih dulu Anwar Hafid dan Ahmad Ali. Perkenalan dengan Rusdy Mastura baru pada 2019 melalui telepon. “Kita khan tidak boleh asal berteman saja tetapi melihat sapa skh yang sudah diberikan bagi Sulawesi Tengah ini. Ternyata banyak sudah,” katanya.(*)

