
MORUT- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Petasia sepanjang malam mengakibatkan longsor di Jalan Kuda Laut, Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia, Morowali Utara (Morut), Sulteng, pada Sabtu (14/6) sekitar pukul 23.20 WITA.
Longsor ini menyebabkan akses jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Morowali Utara (Morut) dengan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) lumpuh total.
Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas dari arah Kota Kolonedale menuju Desa Ganda-Ganda dan sebaliknya tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan di lapangan pada Minggu dini hari (15/6), sejumlah pihak turun langsung meninjau lokasi kejadian. Tampak hadir anggota DPRD Morut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morut, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pihak Polsek Petasia.
Sementara itu alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Selain itu, petugas dari Polsek Petasia, BPBD Morut, dan warga bahu-membahu mengevakuasi barang-barang milik warga yang terdampak, termasuk dua unit sepeda motor.

Ketua Komisi I DPRD Morut, Arif Ibrahim, yang hadir bersama anggota DPRD Usman Ukas, mengungkapkan bahwa longsor disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan tambang di wilayah Kolonedale.
“Kami akan menindak tegas perusahaan yang melakukan aktivitas tambang tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Hal ini juga telah kami koordinasikan dengan Pemda Morut dan dinas terkait,” tegas Arif.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung.
(Yoksan)

