MORUT – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kolonodale menggelar kegiatan bakti sosial sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan yang mengusung semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Bakti sosial yang digelar pada Jumat, 15 Agustus 2025 yang melibatkan jajaran pegawai Lapas Kolonodale serta Dharma Wanita Persatuan (DWP), kegiataan bakti sosial ini dilaksanakan pada pondok pesantren dan panti asuhan Raudhatul Fitrah, yang terletak di dusun V Lambolo, Desa Ganda-Ganda, Kec. Petasia, Kab. Morowali Utara (Sulteng).
Lapas Kolonodale membagikan paket sembako berupa 50 Kg beras, 50 Dus Mie Instan dan 50 liter minyak goreng yang diserahkan langsung oleh Kalapas Kolonodale, Bambang Hari Widodo, dan diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ahmad Ichsan Darwis.
Kalapas Kolonodale, Bambang Hari Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan HUT RI, tetapi juga sebagai wujud nyata peran Lapas dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan bukan hanya kita rayakan dengan upacara atau perlombaan, tetapi juga dengan aksi kepedulian yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti slogan pemasyarakatan yaitu pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ahmad Ichsan Darwis menyampaikan terima kasih atas kepedulian Lapas Kolonodale terhadap para anak-anak yang berada dipondok pesantren dan panti asuhan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Lapas Kelas III Kolonodale atas bantuan yang diberikan. Kepedulian ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak di panti asuhan. Semoga kerja sama dan silaturahmi ini terus terjalin, dan semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh jajaran Lapas Kolonodale,”ucapnya dengan senang.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kolonodale berharap dapat mempererat hubungan baik dengan masyarakat sekitar sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan empati, baik bagi petugas maupun warga binaan. Momentum kemerdekaan diharapkan menjadi pengingat bahwa merdeka sejati adalah mampu berbagi dan peduli terhadap sesama.(Yoksan)

