JAKARTA – Bupati Delis Julkarson Hehi didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali Utara, Kartiyanis Lakawa, melakukan audiensi khusus dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Afriansyah Noor di rumah dinas Wamenaker RI, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Pertemuan strategis tersebut membahas percepatan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Morowali Utara yang saat ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan administratif di lapangan.
Program pembangunan BLK Morowali Utara merupakan proyek kolaboratif antara World Bank, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara.
Kehadiran BLK tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia lokal yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat global dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Bupati Delis Julkarson Hehi menegaskan bahwa keberadaan BLK di Morowali Utara menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya pertumbuhan investasi dan kawasan industri di daerah itu.
Menurutnya, masyarakat lokal harus dipersiapkan agar mampu menjadi pelaku utama dalam arus pertumbuhan ekonomi baru di wilayah industri strategis nasional tersebut.
“Morowali Utara sedang bertumbuh menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Indonesia. Kami tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. BLK ini adalah investasi besar untuk menyiapkan generasi muda yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing secara global,” ujar Delis.
Ia menambahkan, beberapa hambatan teknis yang masih ditemui membutuhkan dukungan serta intervensi pemerintah pusat agar proses pembangunan BLK tidak mengalami stagnasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Nakertrans Morowali Utara Kartiyanis Lakawa menjelaskan bahwa sejumlah kendala teknis yang tengah disinkronkan meliputi penyesuaian standar lahan, kesesuaian desain bangunan, hingga aspek administrasi pemanfaatan aset dan lahan sesuai regulasi yang berlaku.
Merespons hal tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam memperjuangkan pembangunan pusat pelatihan tenaga kerja tersebut.
“Morowali Utara memiliki posisi strategis dalam peta industri nasional. Pemerintah pusat tentu mendukung langkah-langkah percepatan pembangunan BLK agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi berstandar internasional dan mampu menjawab kebutuhan industri masa depan,” kata Afriansyah Noor.
Wamenaker juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi teknis lanjutan bersama perwakilan World Bank dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara guna menyelesaikan berbagai hambatan yang ada.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap percepatan penyelesaian kendala teknis tersebut dapat segera membuka jalan bagi pembangunan dan operasional BLK Morowali Utara, sehingga penyerapan tenaga kerja lokal bersertifikasi dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(MCDD)

