PALU, DETAIL73.COM-Usai gabungan mahasiswa Se-Kota Palu, kini giliran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Rabu (13/04/2022).
Masih dengan membawa isu sentral penolakan atas rencana penundaan pemilu dan menolak Presiden Joko Widodo, mahasiswa yang tergabung dalam HMI ini juga menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga sejumlah bahan pokok yang terus melambung tinggi.
Setelah melakukan negosiasi bersama pihak kepolisian dan pihak DPRD Sulteng, para massa aksi akhirnya diberikan kesempatan untuk masuk ke dalam kantor wakil rakyat Sulteng.
Kedatangan para massa aksi diterima langsung anggota DPRD Sulteng Komisi III Muhaimin Yunus Hadi, SE dan anggota Komisi IV I Nyoman Slamet, S.Pd, M.Si di ruang sidang utama kantor DPRD Provinsi Sulteng.
Dalam kesempatan itu anggota DPRD Muhaimin Yunus Hadi,SE mengapresiasi atas aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa HMI tersebut selain karena para mahasiswa telah melakukan aksi dengan tertib sesuai undang-undang dalam menyampaikan aspirasi, juga menurutnya apa yang diperjuangkan oleh para massa aksi itu juga merupakan hal yang saat ini sedang diperjuangkan oleh para perwakilan rakyat di DPRD Provinsi Sulteng.
“Jadi hari ini saya sangat mengapresiasi kepada seluruh mahasiswa, khusunya para Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu yang telah mendatangi kami di sini dengan baik dan tertib, Alhamdulillah kemarin juga teman-teman mahasiswa yang lain sudah kita terima melalui Ketua kami dan para anggota yang lain,” ungkap Muhaimin.
Diskusi yang berlangsung cukup alot itu para massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan dan aspirasi mereka. Terkait dengan isu central yang saat ini sedang disuarakan oleh seluruh mahasiswa se Indonesia yakni penolakan atas rencana penundaan pelaksanaan pemilu serta menolak presiden Joko Widodo 3 periode, Muhaimin selaku perwakilan rakyat Sulteng pada saat itu juga menyatakan sikap akan menolak hal itu dan berjanji akan turun bersama para Mahasiswa dan Rakyat untuk melakukan aksi penolakan itu, jika wacana itu nantinya benar-benar dilakukan.
“Untuk itu saya selaku perwakilan adik-adik dan juga rakyat sulawesi tengah ikut menolak atas tuntutan itu, dan apabila wacana itu benar-benar terwujud, saya berjanji akan turun dan ikut bersama adik-adik untuk melakukan aksi penolakan terhadap wacana tersebut,” tegas Muhaimin, yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Poso ini.
Sementara itu saat ditemui usai menerimam para massa aksi itu Muhaimin menyatakan bahwa apa yang dikatakannya itu juga berdasarkan hasil keputusan dan pernyataan terkahir Presiden Joko Widodo untuk mendukung tidak dilaksanakannya penundaan pemilu 2024.
“Terkait penolakan wacana penundaan pemilu itukan sudah disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui pernyataannya yang juga telah termuat di sejumlah media, jadi kami selaku perwakilan rakyat akan mengawal hal itu, apabila belakangan ternyata tidak sesuai dengan pernyataan itu dan wacana penundaan itu tetap terlaksana, yah, wajarlah kalau kemudian kami juga ikut melakukan penolakan seperti apa yang disuarakan oleh rakyat,” terang Muhaimin.
(TS-Asriyadi)

