POSO, DETAIL73.COM-Janji akan tetap menjadi sebuah janji yang harus ditepati,
bahkan akan menjadi hutang, selama belum bisa dibuktikan. Apalagi, ucapan manis ini datang dari orang-orang yang bisa dipercaya dan terhormat serta berpendidikan tinggi.
Namun pada kenyataannya, janji hanya tinggal janji dan omong kosong belaka. Yang diperparah lagi justru fitnah yang mereka berikan.
“Sesungguhnya ingkar janji, cidera janji atau wanprestasi merupakan persoalan yang sering terjadi di tengah masyarakat. Tapi yang saya alami ini berbeda, karena selain diucapkan berulang-ulangkali secara terbuka dihadapan banyak orang, juga diketahui oleh beberapa saksinya, mulai dari level pimpinan OPD, Camat dan Lurah serta masyarakat,” ungkap Irwan JJM pada pewarta baru -baru ini.
Irwan menambahkan, dengan rentang waktu satu tahun lebih pasca saat waktu diutarakannya janji kepada rekan-rekan dalam tim pemenang termasuk dirinya, seharusnya soal tagih menagih janji seperti ini tidak perluh terjadi, karena sangat memalukan untuk diketahui publik, sebab si pembuat janji tahu, itu semua untuk mereka para tim termasuk warga masyarakat pendukungnya saat event Pilkada Poso.
“Janji yang saya maksud ini, bukan untuk saya pribadi dan itu mereka tahu. Tapi buat teman-teman saya, yang sudah ikut terlibat langsung dalam tim pemenangan dan warga masyarakat pendukung, itu mereka sudah buktikan hasilnya,” tutur Irwan menegaskan.
Lantas apa yang mereka dapatkan lanjut Irwan mengatakan ternyata semua janji janji itu hanya palsu belaka. Bahkan lebih ironisnya lagi, justru dirinya yang difitna dan dibully melalui sejumlah akun palsu.
“Saya tahu siapa otak dibalik semua itu sebab pernah oknum ini sendiri yang menyarankan agar kami buat akun bodong banyak mungkin untuk mengkanter balik serangan para akun palsu melalui Medsos, tapi justru saya menolaknya dengan alasan justru orang yang ada dibalik akun palsu itu, orang yang ditahu rusak moralnya, pembohong dan tidak bisa dipercaya lagi ucapannya,”
terang Irwan, tanpa menyebut nama orang yang dimaksud.
Seraya kembali menekankan bahwa dari sekian kali ucapan janji berupa proyek oleh kandidat kepada dirinya dan para tim pemenang, sebagai bentuk penyemangat, diutarakan kandidat saat mereka bertemu di depan salah satu rumah ibadah Desa Tangkura dan itu ada bukti rekaman digitalnya.
“Melalui pemberitaan media seperti ini saya berharap agar semua janji-janjinya kepada tim pemenang dan masyarskat saat kampanye Pilkada agar segera ditunaikan, paling lambat hingga akhir tahun ini, seperti janji pemberian pupuk, seragam sekolah dan BPJS gratis termasuk sejumlah uang agar petani tidak lagi bergantung kepada rentenir, ini yang mereka tunggu realisasinya, kalau soal janji proyek besar untuk saya pribadinya tidak perlu dibicarakan lagi, biarlah saya cari sendiri, tapi jangan yang untuk warga masyarakat, itu harusnya ditepati, apalagi janji itu datang dari seorang pemimpin dan panutan masyarakat,” tutupnya. ***

