POSO, DETAIL73.COM-Keberhasilan pihak TNI/Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Madago Raya dalam tugas penegakan hukum terhadap DPO Teroris Poso, sangat berdampak besar dalam mengikis tuntas terkait soal stigma negatif Kabupaten Poso daerah tidak aman.

Hal tersebut, dapat dibuktikan dengan kembalinya kepercayaan diri masyarakat petani yang lokasi kebunnya, berada disekitar pegunungan biru, yang diketahui selama ini jadi lokasi persembunyian oleh para DPO Teroris Poso.
Arsanang Njolonjolo (53) petani warga Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, mengaku tidak lagi merasa takut untuk pergi ke kebun miliknya yang berada antara Desa Tangkura dengan Desa Sangginora.
“Memang, pada prinsipnya, dari hati runani kami masyarakat petani ada rasa nyaman, untuk pergi ke kebun, setelah ada kabar sudah ditumpas semua DPO, kalau dalam istilah kami disini orang hutan. Tapi masih menjadi pertanyaan, apakah sudah dijamin benar-benar, secara totalitas tidak ada lagi?, jangan sampai, setelah kami anggap sudah tidak ada, tiba-tiba meledak lagi seperti bom waktu,” ungkap Arsanang kepada pewarta detail73.com, Sabtu (05/11/2022).
Namun demikian, Arsanang juga turut mengucapkan terima kasih kepada pihak Satgas Ops Madago Raya, seraya tetap berharap agar Pemerintah dalam hal ini pihak keamanan untuk terus menjaga dan merawat kondisi keamanan Poso yang sudah sangat baik seperti saat ini.

Keterangan senada juga diutarakan oleh Daniel Butolo (85), yang kesehariannya sebagai seorang pengerajin anyaman rotan, juga mengaku sangat senang, pasalnya rotan sebagai bahan utama dalam produksi anyamannya, tidak susah lagi didapatkan, karena saat ini sudah banyak warga desa yang sudah berani masuk ke hutan untuk mengambil rotan.
“Kalau dulu, hanya andalkan rotan yang masih ada tersisa di hutan belakang kampung, tapi sekarang anak-anak sudah berani masuk lebih jauh lagi ke dalam hutan untuk ambil rotan,” tutur Daniel Butolo, walau diusia tuanya masih terus semangat memproduksi anyaman rotan yang nantinya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidunya sehari-hari. **
Editor : David mogadi

