PALU, DETAIL73.COM-Pasca diguyur hujan lebat yang terjadi sekitar pukul 19.30 hingga pukul 21.00 WITA, pada Kamis (20/07/2022) mengakibatkan sungai di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulteng meluap hingga ke perkampungan.

Ketinggian air hingga mencapai 1 meter lebih, sehingga membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Tidak hanya itu, dikabarkan sudah lebih dari 10 warga meninggal akibat banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulteng,
10 yang meninggal telah diidentifikasi, tiga diantaranya, Kasmin Toki (50), Mato (50) dan Aneke Solang (44).
Sementara, tiga warga yang hilang merupakan nenek dan dua cucunya masih dalam pencarian warga dan tim sar setempat.

Banjir bandang disertai lumpur dan pohon kayu yang terjadi secara tiba-tiba itu menghatam ratusan rumah warga dan lahan pertanian terdampak akibat banjir bandang tersebut, derasnya arus air juga membuat beberapa kendaraan yang melintas di jalur trans Sulawesi, juga ikut terseret derasnya arus air yang membabi buta menyisir pemukiman.
Ungkapan belasungkawa dan prihatin atas kejadian itu datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Anggota DPRD Provinsi Sulteng Muhaimin Yunus Hadi, Kepada media ini dirinya meminta dan mendesak pemerintah Provinsi Sulteng segera turun tangan menyelesaikan pasca becana banjir tersebut.
“Sebelumnya, secara pribadi kami menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban meninggal dunia dalam kejadian banjir bandang teresebut, termasuk kepada warga yang terdampak yang mungkin saat ini terpaksa harus berada di tempat pengungsian” kata Muhaimin.
“Kami juga meminta kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk segera menurunkan tim investigasi dan segera menelusuri penyebab utama dari bencana banjir bandang tersebut, untuk kemudian segera menindaklanjuti agar kedepannya peristiwa serupa, setidaknya telah bisa diantisipasi sejak dini, tetapi kalau kita hanya diam dan tidak mau tau soal penyebanya, maka tidak menutup kemungkinan banjir seperti ini masih akan terjadi di kemudian hari,” tandas Muhaimin.
Sampai berita ini diturunkan, diketahui Sekitar 150 rumah terendam dan saat ini para korban terdampak akibat banjir bandang tersebut masih berada di tempat pengungsian sementara diantaranya Masjid dan beberapa rumah keluarga korban, dan berharap adanya bantuan yang datang berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan. (TS-AY).

