POSO, DETAIL73.COM – Yayasan Sikola Mombine menggelar publig talkshow program perempuan dalam politik. Selasa (30/8/22), yang berlangsung di hotel Ancyra Poso, dengan tema “Memperkuat Kepemimpinan Perempuan di Tingkat Desa Dalam Mendorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik”.
Hadir dalam kegiatan ini selaku pemateri pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Poso, Politikus Perempuan, Kepala Desa Perempuan, dan perwakilan Sikola Mombine.
Kadis DP3A Cristina Limbong mengatakan, jika peran perempuan semakin penting karena posisi perempuan dalam keluarga dan desa merupakan posisi yang selayaknya tidak hanya diadakan sebagai sasaran potensi sumber reproduksi biologi dalam hal melahirkan dan membesarkan anak.
“Tetapi juga perlu didorong untuk memenuhi potensi reproduksi sosiologi dan politik dalam hal mengakses peran dan fungsi kepemimpinan di tingkat lokal atas dasar dan kesetaraan,” ungkapnya.
Kata Kadis, peran perempuan desa secara mendasar sesungguhnya bertumpu pada kesejahteraan perempuan dan anak pengukuran terhadap tingkat kesejahteraan bukan sekedar soal jumlah pendapatan rakyat adalah untuk setiap orang hidup yang meliputi kesehatan dan pendidikan serta klasifikasi perempuan.
Sementara Sefrida Vocal Poin Sikola Mombine menyampaikan, kegiatan ini memberikan pengetahuan bahwasannya kaum perempuan dapat memiliki kompetensi dalam pembangunan desa.
Dimana kata dia, sebagai seorang perempuan penting dapat terlibat dalam setiap aspek pembangunan.
Fadila Meruntju Kades Perempuan dari Desa Sepe menyampaikan, pelayanan adalah hal yang perlu dilakukan karena merupakan implementasi dari pelayanan itu sendiri.
Hal ini menurut Fadila, setiap kades memiliki inovasi untuk bekerjasama agar masyarakat tertarik dalam pembangunan bersama. Keterbukaan adalah hal mendasar dalam artian bahwa setiap kegiatan harus bersifat transparansi.
Sementara itu Febe Rahmawati selaku politikus perempuan menyampaikan, peran perempuan sangat penting karena perempuan adalah tokoh utama dimana suatu individu dapat terbentuk, karena kaum pria lebih dominan untuk mengambil keputusan dan mengesampingkan keputusan perempuan.
Selain itu ungkap Febe, perempuan juga cenderung disisihkan tetapi lewat kegiatan ini, para kaum gender bisa menjadi individu yang mandiri dan mau mencoba hal-hal baru.
“Strategi saya adalah memperkuat pendidikan, kemudian bisa membina pendidikan itu sendiri, yakni akses pendidikan yang berkualitas dan yang setara dengan pendidikan seperti dipulau lain yang sudah maju, kedua ekonami dalam mengembangkan UMKM,” ucapnya.
Talkshow diikuti sekitar 50 peserta mulai mahasiswa, LSM, perwakilan pemerintah desa, serta tamu undangan lainnya
Sikola Mombine Launcing Gerakan Kewirausahaan Anak Muda Poso
Sikola Mombine melakukan launching penggerak anak muda Poso yang bakal belajar dari kampung tentang kewirausahaan.
Para anak muda itu sebanyak 20 mahasiswa ekonomi yang mengemban studi di kampus-kampus yang ada di wilayah Kabupaten Poso, Sulteng.
Launching itu dilaksanakan dalam acara Sarah Sehan Program Women4GRB yang berlangsung di hotel Ancyra Poso. Selasa (30/8/22).
Kegiatan ini turut dihadiri Pemda Poso yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pemdes, dan Ketua DPRD Poso, Sesi Mapeda.
Gunawan Primasatya Dewan Pendiri Sikola Mombine mengatakan, launching penggerak muda Poso dilakukan agar anak-anak muda Poso diberi kesempatan belajar dari kampung melalui penguatan kewirausahaanya.
Sehingga nantinya anak-anak muda ini bisa menjalin relasi, dan membuka peluang usaha, menanamkan semangat kewirausahaan serta mendorong terciptanya sesuatu yang lebih produktif.
“Mereka ini anak-anak yang belajar dari kampung, bisa menumbuhkembangkan kewirausahaan,” ucap Gunawan. ***

