30 Tahun Menunggu, Akhirnya Masyarakat Korobonde Nikmati Jalan Aspal Super Mulus

MORUT- Ya Allah, kami bersyukur kepadaMu, karena lewat bapak Bupati Morowali Utara, kami masyarakat Korobonde, hari ini menikmati jalan aspal super mulus yang sudah 30 tahun kami tunggu-tunggu.

Jauhkan kami Tuhan dari kecelakaan dan hal-hal buruk saat melintas di jalan ini, lindungi jalan ini Tuhan dari kerusakan-kerusakan dan ampuni dosa-dosa orang tua kami dan para pemimpin kami.

Begitu sepenggal do’a yang dibacakan oleh ustad Djamaluddin dalam acara syukuran peresmian jalan beraspal mulus antara Desa Beteleme ke Korobonde dan Lembobaru melewati jembatan Sungai Pu’awu serta Kolam Pemancingan Wawompure, milik Badan Usaha Milik Desa Korobonde.

Acara peresmian yang dilakukan oleh Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi yang didampingi Kepala Dinas PUPR Morut Destuber Mato’ori, S.T,M.Sc dan Camat Lembo Benyamin Hambuako itu ditandai pengguntingan pita dan peninjauan seluruh ruas jalan sepanjang sekitar 3 kilometer tersebut.

Kades Triyono menyampaikan terima kasih kepada Bupati Morut atas perhatian pemerintah kabupaten sehingga jalan keluar-masuk ke Korobonde dari dua arah, baik dari jembatan Pu’awu maupun lewat Beteleme Tua, seluruhnya sudah beraspal mulus.

“Memang ada tiga titik di jalur Beteleme tua ke Korobonde yang perlu pembenahan dan 600an meter lagi ke arah Lembobaru yang belum teraspal. Tapi pak bupati sudah bilang bahwa tahun 2024 ini semua akan dituntaskan,” ujar Triyono di depan sekitar 120 warga yang hadir di Kolam Pemancingan Wawompure tersebut.

Bupati Morut Delis J. Hehi menyebutkan bahwa sejak Kabupaten Morowali terbentuk dan terpisah dari Kabupaten Poso sampai Morowali Utara mekar menjadi daerah otonom sendiri yang terpisah dari Kabupaten Morowali pada 2013, hampir semua calon bupati menjanjikan perbaikan jalan tersebut, namun tidak ada yang merealisasikan janjinya.

“Nanti saat ini baru semua mimpi warga di sini jadi kenyataan. Ini bukti keberpihakan kami kepada warga Korobonde dan Lembobaru, semoga ekonominya bertumbuh lebih cepat dan rakyatnya lebih sejahtera,” ujar Delis lagi.

Delis juga menyebut bahwa sejak memimpin Morut 30 April 2021, perkembangan pembangunan jalan kabupaten (menghubungkan antardesa) berkembang cukup pesat. Tahun 2021, jalan kabupaten yang berkondisi sangat baik, baik dan sedang hanya 42 persen. Tahun 2023 sudah naik menjadi 62 persen, melampaui batas minimum yang ditetapkan pemerintah pusat yakni 60 persen.

“Saya targetkan, dalam dua tahun ke depan, semua jalan kabupaten sudah berkondisi sangat baik, baik dan sedang,” ujar doktor bidang kesehatan itu yang disambut tepuk tangan hadirin.

Salah seorang tokoh masyarakat Korobonde, desa eks transmigrasi yang berpenduduk 2.500an jiwa itu berterima kasih kepada pemkab Morut atas kepedulian pemerintahan Delis-Djira terhadap warga Korobonde dan Lembobaru.

Sejak pak Delis memimpin tahun 2021, jalan Beteleme-Korobonde lewat jembatan Pu’awu ini langsung diperlebar dan ditimbun material padat. Tahun 2022, jalan yang melewati Beteleme Tua dan Jembatan Tambalako langsung diaspal. Nah tahun 2023, kembali ruas Beteleme-Korobonde lewat jembatan Pu’awu diaspal mulus.

“Alhamdulillah, kami sekarang dikelilingi jalan aspal yang mulus. Terima kasih pak Delis,” ujar Basuki, Wakil Ketua Dewan Adat Korobonde tersebut. **

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page