POSO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso menggelar Pertemuan Multi-Stakeholder dengan tema Pengelolaan Sungai Meko secara berkelanjutan yang diadakan Gedung Pogombo 17 Maret 2025.
Acara ini diprakarsai oleh Yayasan Panorama Alam Lestari (YPAL) dan dihadiri oleh berbagai pihak diantaranya mewakili Kapolres Poso, mewakili Dandim 1307 Poso, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kabupaten Sulawesi Tengah, serta Kades Meko
Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkirwang dalam sambutannya menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta untuk menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait pengelolaan Sungai Meko yang sering dilanda bencana banjir. Ia menekankan bahwa sungai tersebut memiliki peran vital dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Meko, dan sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga kelestariannya.
Bupati Verna juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam pertemuan itu dan berharap dapat terbentuk sinergi yang lebih baik dalam pengelolaan sumber daya alam. “Melalui forum ini, kita dapat saling berbagi informasi dan pengalaman untuk menemukan solusi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melakukan tindakan nyata di lapangan pasca pertemuan.
Lebih lanjut, Bupati Verna mengatakan bahwa bencana alam seperti banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Bupati meminta meminta kepada semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan gotong royong dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Sungai Meko.
Acara ini diharapkan menghasilkan solusi dan rekomendasi yang bermanfaat untuk mitigasi bencana dan pengelolaan Sungai Meko secara efektif.
“Hadirin yang selama ini peduli terhadap lingkungan dan pengelolaan sungai diharapkan dapat terus berkolaborasi demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Poso.” ungkapnya.
IKP Kominfosandi Poso

