MORUT – Konven Penatua Se-Klasis Kolonodale Tahun 2025 sukses dilaksanakan di SA’PAK BAYO-BAYO, Tana Toraja, pada tanggal 3–5 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah penatua dari berbagai jemaat yang berada di wilayah Klasis Kolonodale.
Beberapa jemaat yang turut serta dalam kegiatan ini antara lain Jemaat Eklesia Kolonodale, Eirene Sampalowo, Damai Tompira, Imanuel Bunta, Alfa Omega Tiu, Rodoa Moleono, Bahtera Kasih Kolonodale, Imanuel Maralee, dan Jemaat Sumber Kasih Mondowe.
Kegiatan ini dipimpin oleh Pdt. Marten L. Tamauka, S.Th selaku Ketua Majelis Klasis Kolonodale yang juga bertindak sebagai koordinator atau penanggung jawab kegiatan. Ketua panitia dipercayakan kepada Pdt. Agustinus Malaha, S.Th, dengan Dkn. Ronald Palandi sebagai sekretaris panitia.
Salah satu materi penting yang dibawakan dalam konven ini adalah tentang agama suku Toraja. Materi ini disampaikan oleh Pastor Yan Sulo, seorang penulis, pemerhati budaya, konten kreator, sekaligus aktor film dokumenter yang kerap mengangkat tema kehidupan masyarakat Toraja.
Selain pembekalan materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan visitasi mahasiswa PPL dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, yakni Sdri. Indira Rahel Inaya Pesudo, yang saat ini tengah menyelesaikan studi S1 di bidang Teologi. Ia didampingi oleh dosen pembimbingnya, Pdt. Tony Tampake, M.Th.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga diajak untuk mengeksplorasi berbagai destinasi wisata rohani dan budaya di Tana Toraja. Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain Negeri di Atas Awan To’tombi, Londa, Buntu Burake (Patung Yesus Memberkati), Ke’te Kesu, hingga Pasar Bolu.
Wisata ini bukan semata untuk rekreasi, melainkan menjadi sarana refleksi terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan yang kental di tengah masyarakat Toraja. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pelayanan di wilayah Klasis Kolonodale.
Pdt. Marten L. Tamauka menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi seluruh majelis jemaat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi model bagi klasis-klasis lainnya.
Antusiasme peserta dan semangat kebersamaan selama kegiatan menunjukkan tingginya komitmen pelayanan para penatua. Hal ini sekaligus memperkuat jalinan spiritual dan solidaritas antarjemaat di lingkungan Klasis Kolonodale.
Konven Penatua Klasis Kolonodale 2025 tidak hanya menjadi ajang pembinaan rohani, tetapi juga mempererat tali persaudaraan, memperkaya wawasan budaya, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan majelis jemaat. Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi program rutin yang memperkuat gereja di tengah masyarakat yang majemuk. JEM

