MORUT- Berawal kekurangan APBD akibat refocusing anggaran sebagai akibat penanggulangan Covid sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara (Morut) meminjam Dana Pemulihan Ekonomi (PEN) pada tahun kemarin.
Penjelasan tersebut dikemukakan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi, MARS kepada sejumlah wartawan di Ruang Kantor Bupati Morut usai menutup kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Tahun 2025, Kamis (19/6/25) malam ketika diminta tanggapannya terkait sejumlah kelompok masyarakat yang mempertanyakan akhir – akhir ini.
“Selain itu agar terjadi percepatan pembangunan di Morut, karena Dana PEN digunakan untuk pembangunan infrastruktur menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Delis.
Pembangunan tersebut meliputi pembangunan pusat kesehatan masyarakat serta jalan dan jembatan yang menghubungkan antar daerah, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah.
“Dampaknya kan tergambar jelas dengan pertumbuhan ekonomi kita terbesar kedua se Indonesia tahun 2022. Indikator Desa Membangun (IDM) kita juga membaik dengan desa sangat tertinggal dan sangat tertinggal juga sudah tidak ada karena salah satu indikator dari IDM adalah akses jalan yang kita bangun melalui Dana PEN,” jelas Delis.
Selain itu, indikator kabupaten sehat Morut juga membaik karena terbangunnya sarana kesehatan dimana-mana.
“Pustu dan Polindes terbangun ditempat yang belum ada Pustu dan Polindes serta hampir 100 persen pendapatan Rumah Sakit kita. Boleh cek pendapatan rumah sakit kita jauh lebih besar dari kabupaten sekitar termasuk Morowali. Ini terjadi karena kita melakukan pembangunan yang menggunakan Dana Pen,” tegas Delis.
Selain itu katanya, Kabupaten Morowali Utara adalah pengelolaan dana PEN yg berhasil jadi contoh kabupaten lainnya karna pelaksanaan dana pen sangat baik dan manfaatnya juga baik.
“Apa yang dituduhkan bahwa saya korupsi, Kita senyum saja tetap terus semangat bekerja dan tetap gas poll untuk kabupaten Morut yang Sehat Cerdas dan Sejahtera,” tutupnya.(Yoksan)

