POSO– Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Nilam Sari Lawira, mengingatkan agar semua pihak memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah dalam upaya memperbaiki kondisi pendidikan.
Dia juga mengingatkan tidak ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), termasuk tidak boleh ada potongan dana PIP dari pihak mana pun.
“PIP itu hak penuh peserta didik, jangan ada potongan. Dan diharapkan beasiswa ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak kita yang menerima,” kata Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah itu, Rabu 9 Juli 2025.
Nilam Sari Lawira yang berada di komisi terkait pendidikan tersebut telah memperjuangkan 40.000 penerima PIP di Sulawesi Tengah pada 2025.
Pada tahap awal, penyaluran PIP aspirasi Nilam Sari Lawira di Sulawesi Tengah berjumlah 14.000-an.
Penyaluran PIP itu telah dilakukan di berbagai sekolah yang ada di Sulawesi Tengah. Bahkan beberapa waktu lalu bertepatan masa reses Nilam menyerahkan langsung PIP di beberapa sekolah.
Proses penyaluran PIP aspirasi Nilam Sari Lawira pun terus berlanjut hingga saat ini, termasuk untuk penerima PIP di SDN 1 Atap Tindoli Kabupaten Poso pada Selasa, 8 Juli 2025 kemarin.
Di SDN 1 Atap Tindoli, melalui tim stafnya Nilam Sari Lawira secara simbolis menyerahkan 20 PIP kepada siswa penerima.
“Kita berusaha agar semua pelajar yang berhak bisa menerima PIP. Tapi mungkin masih ada yang belum dapat, itu bukan keputusan dari kami. Kami telah berupaya merekomendasikan berdasarkan usulan, dan kita akan terus memperjuangkan itu, karena pendidikan adalah hak wajib diberikan negara kepada semua anak bangsa,” kata dia.
Menurut dia, beberapa masalah membuat sejumlah peserta didik tidak dapat menerima PIP, antara lain terkait data pokok pendidikan (Dapodik)-nya yang masih bermasalah.
Adapun saat tim penyalur PIP aspirasi Nilam Sari Lawira hendak melakukan penyerahan di lingkungan SDN 1 Atap Tindoli, sempat mendapatkan kendala. Mereka tidak diizinkan menyerahkan PIP di lingkungan sekolah.
Berdasarkan keterangan tim penyalur PIP, penolakan tersebut berasal dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdis Dikbud) Kabupaten Poso yang diteruskan oleh Kepala SMP 1 Atap Tindoli kepada Kepala SD 1 Atap Tindoli.
Sehingga penyerahan PIP pun akhirnya dilakukan di rumah salah satu wali murid penerima PIP dan dihadiri oleh semua peserta penerima.
Untuk diketahui, PIP merupakan inisiatif pemerintah dalam mencegah putus sekolah anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Kita selalu berharap PIP bisa diberikan secara transparan dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik. Pesan kami bagi orang tua penerima, tolong dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan pendidikan anak di sekolah. Selain itu, semua pihak juga harus memberikan dukungan terhadap program ini, nasib pelajar di tangan kita yang menentukan kebijakan. Pendidikan adalah hal penting untuk kemajuan bangsa,” ujar Nilam.
Sementara Sekdis Dikbud Kabupaten Poso Roy Pesudo mengatakan, penyaluran dana PIP di SDN 1 Atap Tindoli bukan ditolak, karena ini kegiatan resmi harus ada pemberitahuan resmi lewat surat, mengingat ini merupakan program pemerintah sehingga surat resmi izin pemberitahuan.
“Sebelumnya saya sudah tanyakan kepada staf di kantor, apakah ada surat masuk, tapi mereka bilang tidak ada, dan saya sudah cari juga dan memang tidak ada,” kata Sekdis Dikbud saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (10/07-25).
Menurutnya, karena tanpa pemberitahuan resmi, Roy mengarahkan kepada pihak sekolah untuk kegiatan penyaluran tersebut, jangan dilakukan dilingkungan sekolah. “Kenapa harus ada surat resmi, agar pihak dinas bisa melakukan pendampingan,” tegasnya.
Ia juga meluruskan terkait informasi yang beredar bahwa penyerahan Dana PIP dilingkungan sekolah tersebut mendapat penolakan darinya, bahwa itu bukan ditolak, karena dibilang penyerahan sedangkan diketahui bahwa dana PIP bagi para siswa bukan dalam bentuk tunai, tapi non tunai yang salurkan lewat rekening bank.
Pada intinya kata Roy, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso sangat mendukung semua program untuk pendidikan demi meningkatkan mutu pendidikan. PL

