Menjaring Bibit Atlet dan Mempererat Silaturahmi
Dalam sambutannya, Wabup Djira menyampaikan bahwa Bupati Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola biasa. Selain menjadi ajang untuk menyaring bakat-bakat muda daerah, turnamen tahunan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
“Tujuan kita bukan hanya mencari bibit-bibit unggul pesepak bola, tetapi kegiatan ini adalah momentum yang dapat kita manfaatkan untuk ajang silaturahim antarwarga masyarakat dan menanamkan rasa sayang kita terhadap Kabupaten Morowali Utara,” ujar Wabup Djira di hadapan peserta dan penonton.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan langkah strategis dan ikhtiar berkelanjutan untuk memajukan olahraga serta memperkuat kebersamaan masyarakat di Morowali Utara.
Tekankan Pentingnya Sportivitas dan Fair Play
Lebih lanjut, Wabup Morut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, jajaran Forkopimda, para camat selaku manajer tim, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia mengingatkan seluruh perangkat pertandingan dan pemain untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Pesan saya kepada panitia, official, pemain, wasit, dan seluruh pihak yang terlibat, mari kita junjung bersama-sama fair play. Tampilkan keahlian terbaik di lapangan, tetapi ingat, pesan kuat sportivitas ada di atas segalanya,” tegasnya.
Diikuti 11 Tim Terbaik Morowali Utara
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Juber Habibu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Panitia HUT Morut, ASKAB PSSI Morowali Utara, serta panitia dari Kecamatan/Kelurahan Kolonodale, Bahontula, dan Bahoue.
Turnamen Bupati Cup 2026 ini diikuti oleh 11 tim tangguh dengan rincian:
-
8 Tim perwakilan dari kecamatan se-Kabupaten Morowali Utara.
-
2 Tim dari tuan rumah Kecamatan Petasia.
-
1 Tim persiapan ajang Porprov 2026.
Setelah prosesi pembukaan dan kick-off simbolis oleh Wakil Bupati, kompetisi resmi bergulir yang diawali dengan pertandingan eksibisi sebagai laga pembuka.**

