POSO, DETAIL73.COM-Kantor pemerintah Desa Betania Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso lumpuh total, menyusul adanya aksi penyegelan yang dilakukan oleh sejumlah warga desa setempat, Rabu pagi (10/05/2023), sekira pukul 09.00 Wita.

Pantauan pewarta media ini, kondisi kantor Pemdes Betania yang dipimpin oleh Jhon Potohu ini, disegel menyilang dengan potongan kayu papan menutupi pintu masuk kantor desa dengan cara di paku.
Tak hanya sampai disitu saja, ekspresi kemarahan warga, juga mereka luapkan
melalui Surat Pernyataan bersama yang isinya menyatakan menolak John Potohu sebagai Kades Betania dan meminta agar Bupati Poso untuk memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya.
Dalam surat tersebut, juga disebut oknum Kades Betania tidak mentaati peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan tidak menjalankan kewajiban sebagai kepala desa seperti :
1. Tidak mentaati peraturan Perundang –
undangan, nomor 06 tahun 2014 pasal.
29 (larangangan kepala desa), UU
nomor 16 tahun 2014 pasal 27 bagian c
dan d (kewajiban kepala desa),
Permendes nomor 13 tahun 2020, Bab
4 bagian ke 1 pasal 12 dan 13 tentang
(publikasi dan pelaporan).
2. Tidak menjalin kerja sama dan
koordinasi dengan seluruh pemangku
kepentingan di desa.
3. Tidak membina dan melestarikan nilai
sosial budaya masyarakat di desa.
4. Tidak memberikan informasi kepada
masyarakat desa.
5. Tidak bersosial dengan masyarakat
sehingga kurang optimal dalam
pelayanan.
6. Menjalankan pemerintah yang otoriter
7. Tidak memberikan hak masyarakat,
perangkat desa, lembaga-lembaga
desa dan BPD.
8. Menciptakan kegaduhan dengan
membuat cerita yang mengadu domba
masyarakat.
Menyikap adanya aksi tersebut Camat Poso Pesisir Muis Saing, S.Ag turun lapangan menemui warga pendemo dan melakukan upaya dialog.
Dalam dialog saat itu, tampak hadir Kapolsek, Koramil, BPD, dan petugas pendamping desa tingkat Kecamatan, serta tokoh masyarakat, bertempat di balai pertemuan Desa Betani.
Melalui salah seorang warga peserta dialog berharap Kepada Bupati Poso datang mengunjungi Desa Betani, sekaligus untuk mendengkan langsung pokok persoalan yang terjadi selama ini, di era pemerintahan John Potohu.
“Sudah setahun lebih, kami warga Desa Betania saling mencurigai dan sepertinya sengaja diadu domba, hanya karena beda warna politik, padahal kami ini semua hidup rukun sebelumnya, sehingga hal ini yang harus segera diakhiri,” turur warga.
Pantauan pewarta media ini, pasca dialog yang berjalan sekira tiga jam lamanya, berakhir dengan di bukanya kembali segel kantor Desa Betania yang dipimpin langsung oleh Camat Poso Pesisir, yang turut disaksikan Kapolsek, Danramil dan BPD serta warga Desa Betania pada pukul 16.30 Wita.
Adapun catatan penting dari hasil dialog saat itu adalah Sekda Kabupaten Poso Frits Sam Purnama pada Senin 15 Mei 2023 dijadwalkan akan hadir di Desa Betania yang jaraknya 12 Km dari pusat Kota Poso guna melakukan dialog dengan warga masyarakat. **
Editor : David Mogadi

