POSO, DETAIL73.COM-Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diberikan oleh BPK RI Pemerintah Daerah Kabupaten Poso atas pengelolaan keuangan dan aset Daerah tahun 2022, yang diterima langsung oleh Bupati Poso dr. Verna MG Inkiriwang, baru – Baru ini di Kota Palu,
Adanya opini tersebut merupakan sebuah pengakuan atas pencapaian prestasi dan kerja keras dalam tata kelola keuangan dan aset daerah, yang patut mendapatkan apresiasi dari semua warga Bumi Sintuwu Maroso.
Menariknya dibalik pencapaian WTP ini, justru menuai pro kontra, soal adanya dugaan aroma suap.
Terkait adanya dugaan miring tersebut, dengan tegas dibantah olehnya kepala Badan (Kaban) Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Poso, Sukimin.
Dirinya mengatakan, kalau opini WTP adalah murni sebuah prestasi karena kinerja Bupati Poso dan seluruh jajaranya yang didukung oleh seluruh steakholder dan DPRD Kabupaten Poso.
“Prestasi ini murni hasil kerja keras semua pihak, tanpa terkecuali,” ungkap Sukimin, saat di konfirmasi via ponselnya
Minggu (14/05/2023).
Adapun tolak ukur opini WTP ujar Sukimin menambahkan adalah kemampuan Pemda Poso dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan sistim Standart Akuntansi Pemerintah (SAP), yang berarti diyakini secara material oleh BPK RI.
Lebih dalam dijelaskannya Pemda Poso juga mampu memenuhi ketentuan standart TM ( tresthold material ) dalam pengembalian temuan untuk menyetor kembali ke kas daerah, serta kemampuan Pemda menindaklanjuti temuan BPK RI yang mencapai hingga 80%.
”Iniiah yang menjadi pertimbangan utama sehingga lahirnya opini dari pihak BPK RI” urai Sukimin.
Sementara itu, terkait isu suap, diakui Sukimin sudah banyak yang di sampaikan kepada dirinya. Maka kata Sukimin, secara tegas menyatakan semua itu hanya isu liar serta kental dan syarat akan hoax.
“Masak hari gini masih ada yang berani berbuat begitu, berani melakukan konspirasi dan suap, itu sama dengan bunuh diri,” Tegasnya.
Opini ini benar benar hasil kerja keras, kerjasama, dari semua OPD atas bimbingan, arahan, pengawasan langsung Bupati dan Sekertaris Daerah. Bahkan jika ada bukti terjadi aroma suap, pihaknya meminta untuk menunjukan bukti dan siap untuk mempertangungjawabkan.
“Ini WTP yang ke 6 kali dan 5 kali secara berturut turut. Bupati telah instruksikan agar kita harus selalu membenahi diri supaya bisa menyajikan laporan yang berkualitas, makin hati hati dalam pengelolaan keuangan daerah dan bertekat bisa mempertahankan WTP untuk tahun tahun berikutnya,” pungkasnya. (Sym)
Editor : David Mogadi

