MORUT, DETAIL73.COM-Kurang lebih dua bulan belakangan ini masyarakat peternak babi di Kecamatan Mori Utara dan sekitarnya di Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, dihebohkan oleh adanya serangan virus yang menyerang ternak babi.
Menyusul rumor yang beredar di tengah masyarakat, penyakit ini diduga berasal dari salah satu daerah di Sulawesi Tengah.
“Gejalanya, babi lemas tidak mau makan dan akhirnya mati,” tukas seorang peternak di desa Taliwan dengan nada pasrah kepada pewarta, Kamis (18/5).
Bahkan dengan adanya wabah ini rakyat kecil peterna yang menggantungkan hidupnya dari hasil ternak babi merugi, mereka mengharapkan adanya pendapatan tambahan dari ternak babi, namun tidak nembuahkan harapan yang signifikan akibat serangan “virus” babi.
“Walau usaha yang dilakukan secara tradisional. So tujuh ekor babiku mati dan saya kubur, ” kata om Tama warga Desa Taliwan Mori Utara dengan wajah pasrah.
Dia juga menyebut, sekarang sudah tidak ada lagi mau beli babi ternak, meski harganya sudah diobral dengan harga murah.
Peternak minta Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk memberikan edukasi atau cara menangkal “Virus” yang tengah merajalela itu.
“Kami belum tahu mo antisipasi dengan apa, jangan-jangan Corona, Seharusnya Pemerintah bergegas turun tangan pak, pasang baliho sosialisasi peringatan maupun edukasi cara menangkal “Virus” babi,” tukasnya.
Sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang berkompoten atau pihak Dinas Peternakan Kabupaten Morowali Utara, terkait dugaan adanya “Virus” babi yang melanda di Desa Taliwan maupun sekitarnya.(*/Yoksan)
Editor : David Mogadi

