MORUT, DETAIL73.COM – Dua anak yang baru beranjak remaja dan masih mengenyam di bangku pendidikan, tanpa gengsi dan rela tersengat terik matahari. Itu mereka lakukan demi untuk membantu pundi-pundi ekonomi orang tuanya yang hanya bekerja sebagai petani.

Dilansir dari media MetroSulteng.com Kedua anak ini diketahui bernama Muh. Aldi siswa SMPN di Desa Ronta kelas VIII. Satunya lagi bernama Muh. Albar siswa SMKN Petumbea kelas X.
Wartawan : Kenapa adik berdua rela tersengat teriknya matahari berkeling desa menjajakan kue?
Muh.Aldi: saya gak tega melihat kedua orang berpeluh keringat demi pendidikan saya om.
Wartawan : Orang tua berprofesi apa nak?
Muh.Aldi: Petani om.
Wartawan : Apa cita-cita Aldi?
Muh.Aldi: Sederhana om, yang penting aku mau sekolah tinggi dan meraih sarjana untuk membahagiakan kedua orang tua ku om.
Hal senada rekannya Muh.Albar. Saat Metrosulteng bertanya kepadanya sembari wartawan media ini melontarkan senyum, spontan dijawab Muh. Akbar
“Kami berdua kompak kalau pulang sekolah jualan jajanan jalangkote, kue lapis maupun cemilan lainnya,” tutur Muh.Albar dengan senyum polosnya kepada wartawan Metrosulteng di Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, Minggu (2/7/2023).
Muh.Albar adalah rekan warung jajanan keliling Muh.Aldi. Keduanya mengatakan, mereka punya cita-cita yang sama, ingin membahagiakan kedua orang tuanya, yang berprofesi sebagai petani di desanya Desa Pa’waru, Kecamatan Lemboraya, Morowali Utara.
“Setiap pulang sekolah, saya jualan jajanan bersama Muh.Aldi. Karena saya mau membantu kedua orang tua untuk menambah pundi-pundi keluarga. Kelak kalau cita-citaku tercapai, aku bangga sebagai seorang anak petani kecil bisa membahagiakan kedua orang tuaku,” kata Muh.Albar disambut amin oleh pewarta media ini.
Wartawan media ini kemudian membeli jajanan kedua anak remaja yang tangguh tanpa gengsi itu. Mereka berkeling dengan motor bututnya menawarkan jualannya, dari desa ke desa di seputara Desa Beteleme. ***
Editor : David Mogadi

