MORUT- Seringnya terjadi pemadaman listrik yang dikeluhkan para pelanggan Morowali Utara (Morut), yang dinilai kinerja para pihak manajemen PT. PLN belum maksimal selama terjadi pemadaman listrik tak beraturan.
Merespon hal ini, Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT. PLN Kolonodale di Tompira, Muhammad Sofyan memberikan penjelasan terkait seringnya pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Morut.
Sofyan menjelaskan, pemadaman ini disebabkan oleh perbaikan atau gangguan terhadap mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLD) Tompira dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Wawopada tengah dalam perbaikan.
“Saya siap memberikan penjelasan, terkait upaya serius yang kami lakukan guna memberikan pelayanan terbaik dan mengatasi kesulitan dan gangguan yang terjadi,” kata Moh Sofyan, temui di PLTD Desa Tompira, Rabu, (18/09/ 2024).
Menurutnya, saat ini tengah mengejar pekerjaan- pekerjaan yang sangat padat yaitu di PLTM untuk memperkuat sistem Tentena-Kolonedale yaitu itu pembangkit 2 X 5 meter.
“Untuk pekerjaan evakuasi ini, diperlukan padam lampu di mana antara desa Taripa sampai ke desa Taende sementara di bangun progresnya dan sudah sekitar 70% pekerjaannya dan di perkiraan selesai di akhir bulan ini sudah 100% di akhir bulan ini itu yang pertama,” jelasnya.
Selain itu katanya, ada pekerjaan juga dari PLTM wawopada sementara rehabilitasi jaringan kabel telanjang pada sistem pengendali ,memang perlu padam lampu karena dampaknya itu akan ada tegangan.
“Untuk pemadaman lampu di morut karna adanya beberapa pekerjaan atau perbaikan,maka jadwal kita sher grup PLN ataupun di media sosial dan juga Di sela-sela itu ada kemungkinan gangguan-gangguan yang tidak terjadwal mengharuskan padam juga lampu. seperti akhir-akhir ini adanya gangguan – Gangguan dari mesin, entah itu dari PLTM wawopada atau PLTD tompira,” jelasnya .
Dengan terjadinya perbaikan mesin listrik baik PLTD Tompira dan PLTM Wawopada
beberapa unit makanya saat ini pada Puncak yaitu antara jam 05.00 sampai jam 10.00 itu dampaknya pertama itu ada beberapa bagian yang padam lampu dan juga pelanggan pelayanan listrik juga semakin luas, makanya banyak keluhan.
Bshkan katanya, perbaikan mesin diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan keandalan pasokan listrik di daerah tersebut.
“Kami menyadari dampak pemadaman ini bagi masyarakat. Namun, perbaikan ini sangat penting agar ke depan pasokan listrik lebih stabil,” ungkapnya.
Terkait dengan pemasangan sutet yang sekarang sudah sampai 80% progres pekerjaannya dan di perkirakan mudah-mudahan bulan November kalau Gardu induk akan sudah beroperasi.
“Tentunya permasalahan lampu listrik mati di Morut akan selesai dan adapun gangguan mati lampu, tinggal pemeliharaan seperti penebangan kayu dan juga gangguan dari binatang yang tidak bisa kita hindari.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan keandalan pasokan listrik di Morut dapat meningkat, dan kejadian pemadaman akan berkurang di masa mendatang.(Yoksan)

