MORUT– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali Utara (Morut) terus menggencarkan kegiatan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan sekolah.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba sejak dini di kalangan pelajar.
Edukasi tersebut menyasar sekolah-sekolah tingkat SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Petasia, Kota Kolonedale. Para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, masa depan, serta ancaman hukuman hukum bagi pengguna maupun pengedar.
Tidak hanya menyasar siswa, kegiatan ini juga melibatkan para guru sebagai garda terdepan dalam mengawasi dan mendampingi anak didik. Guru dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda penyalahgunaan narkoba agar dapat lebih cepat melakukan pencegahan maupun penanganan.
Kepala BNN Morut, AKBP Anom Subawono, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan salah satu strategi penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
“Pelajar merupakan kelompok rentan yang mudah terpengaruh lingkungan dan pergaulan bebas,” ujarnya saat ditemui di kantor BNN Morut, Selasa (23/9/2025).
Ke depan, BNN Morut merencanakan pembentukan Satgas Anti Narkoba di sekolah-sekolah. Satgas ini akan melibatkan siswa terpilih sebagai duta sekolah dalam mengkampanyekan pencegahan narkoba di lingkungannya masing-masing. Dengan adanya duta sekolah tersebut, BNN berharap pesan bahaya narkoba bisa lebih mudah diterima oleh pelajar. Pendekatan sesama pelajar dinilai lebih efektif untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan generasi muda.
BNN Morut juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Morowali Utara, dr. Delis Julkarson Hehi, yang terus mendukung keberadaan BNN di daerah ini. Kehadiran lembaga ini dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya memberantas narkoba hingga ke pelosok kabupaten.
Meski demikian, BNN menegaskan bahwa permasalahan narkotika bukan hanya tanggung jawab lembaga mereka semata. Semua lapisan masyarakat—mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga pendidik, hingga orang tua—didorong untuk bersinergi dalam melakukan pencegahan.
Upaya ini diharapkan dapat terus mendapat dukungan penuh sehingga generasi muda di Morut terbebas dari jeratan narkotika dan mampu meraih cita-cita tanpa kehilangan masa depan akibat penyalahgunaan barang haram tersebut. (San)

