MORUT- Mengantisipasi lonjakan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta mencegah kelangkaan menjelang arus mudik Lebaran 2026, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Morowali Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Minggu (15/3/2026).
Sidak dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Morowali Utara, AKP Andi Yaser Abdullah Sutomo, S.Tr.K., S.I.K., M.H., didampingi Kanit II Tipidter Ipda Suryanto Lawasa, S.H.
Kasatreskrim AKP Andi Yaser menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, S.I.K., untuk memastikan ketersediaan stok BBM bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
“Kami hadir untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan BBM serta menindaklanjuti banyaknya aduan masyarakat terkait aktivitas pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar yang berlebihan. Hal ini diduga menjadi peluang bisnis kelompok tertentu untuk mencari keuntungan sepihak,” ujar AKP Andi Yaser.
Selain itu, personel kepolisian juga fokus meminimalisir antrean panjang kendaraan di SPBU yang kerap meluber hingga ke jalan raya dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Dalam sidak tersebut, polisi mengambil langkah tegas dengan menertibkan kendaraan yang diduga digunakan untuk melansir BBM. Petugas menemukan sejumlah kendaraan roda empat dengan tangki yang telah dimodifikasi, serta kendaraan roda dua jenis Suzuki Thunder yang memiliki kapasitas tangki besar.
“Semua kendaraan tersebut kami temukan langsung di lapangan dan saat ini telah diamankan di Mako Polres Morowali Utara,” terang Kasatreskrim.
Para pemilik kendaraan diberikan edukasi dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak pengawas dan petugas operator (nozzle) SPBU.
“Jika ditemukan adanya penyimpangan atau tindak pidana, maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
AKP Andi Yaser mengakui adanya dilema terkait keberadaan pengecer BBM, mengingat masih banyak wilayah di Morowali Utara yang jauh dari jangkauan SPBU resmi. Namun, praktik melansir BBM secara berlebihan tetap harus ditertibkan karena merugikan pengendara lain yang harus antre lama.
“Kami mengedepankan penertiban yang humanis. Berdasarkan Surat Telegram pimpinan Polri, kami dituntut mengoptimalkan pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi dan gas 3 kg,” tambahnya.
Menutup keterangannya, pihak Polres Morowali Utara meminta masyarakat untuk tidak panik (panic buying). Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral persiapan Idul Fitri 1447 H, pihak Pertamina telah menjamin ketersediaan stok BBM mencukupi untuk kebutuhan arus mudik maupun balik.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok BBM kita tercukupi selama masa lebaran mendatang,” pungkasnya. (San)

