POSO – Pemerintah Kabupaten Poso bersama PT PLN (Persero) meninjau langsung kondisi Danau Poso di Kecamatan Pamona Utara, Sabtu (5/9/2026). Peninjauan dipimpin Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar bersama Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvari Marimbo untuk memantau ketersediaan air yang menjadi sumber utama operasional PLTA Poso.
Peninjauan ini merespons penurunan debit Sungai Poso dan inflow Danau Poso akhir-akhir ini. Sebelum ke Danau Poso, rombongan menginventarisasi kondisi PLTD di Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, lalu berdiskusi dengan pihak PT Poso Energy terkait pola operasi pembangkit.
Kegiatan ini turut dihadiri Senior Manager Pembangkitan PT PLN Sigit Hardjono, Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Palu I Made Agus Ademerta, Manager ULP Poso Satria, serta jajaran Pemkab Poso dan PLN.
Hasil pemantauan mencatat muka air Danau Poso menyusut rata-rata 2 sentimeter per hari. BMKG memprakirakan puncak musim kemarau berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.
Jika tren penurunan berlanjut, elevasi danau diperkirakan menyusut hingga 20 sentimeter dan berisiko menembus batas ambang aman. Apabila kemarau memanjang hingga November–Desember 2026 tanpa kenaikan curah hujan signifikan, kondisi ini akan mengancam keberlangsungan operasional PLTA Poso hingga 2027.
Sebagai langkah mitigasi, PT Poso Energy telah menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berbasis drone untuk memicu hujan di area tangkapan air. Meski memicu hujan lokal, efektivitas TMC sangat bergantung pada ketersediaan awan konvektif.
Pemantauan intensif terhadap elevasi, debit inflow-outflow, dan cuaca terus ditingkatkan melalui sinergi Pemkab Poso, PLN, PT Poso Energy, dan BMKG. PLN juga menyiapkan skenario penyesuaian beban sistem guna menjaga kestabilan pasokan listrik regional jika kapasitas PLTA menurun. Pemkab Poso mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan serta ekosistem Danau Poso demi keberlanjutan sumber daya air daerah.*

