MOROWALI, DETAIL73.COM – Pernyataan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Morowali, AKBP Suprianto disorot Ketua BPD Ambunu, Ahmad.
Menurutnya, apa yang disampaikan Kapolres bahwa pembunuhan Hamsi di areal PT BTIIG tidak ada kaitannya dengan perusahaan adalah keliru.
Ahmad menegaskan bahwa PT BTIIG bertanggung jawab atas terbunuhnya Hamsi yang merupakan salah seorang karyawan di industri tersebut.
Di mana Hamsi terbunuh sekira pukul 20.00 Wita ketika sedang melaksanakan tugas pengawasan di malam hari.
“Dia dibunuh dalam kontainer. Yang punya kontainer hanya perusahaan,” tegas Ahmad via sambungan telepon, Rabu (3/1/2023) malam.
Ia menyayangkan pernyataan Kapolres Suprianto dalam rekaman video saat memberikan sambutan di rumah duka.
Hal itu tidak dapat diterima dengan akal sehat.
Bagaimana mungkin pembunuhan itu tidak ada kaitannya dengan perusahaan, sementara peristiwa terjadi di areal perusahaan.
“Video dapat dipertanggung jawabkan. Saya sudah ke teman-teman,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Morowali, AKBP Suprianto mengemukakan telah menangkap seorang pelaku dugaan pembunuhan karyawan PT. Baoshua Taman Industry Group (BTIIG).
Ia mengatakan pelaku pembunuhan terhadap karyawan PT BTIIG, Hamsin di Desa Ambunu diduga dua orang.
“Pelaku diduga 2 orang, satu sudah kami amankan dan yang satu masih pengejaran,” tulis Kapolres Suprianto via pesan aplikasi WatsApp, Selasa (3/1/2023).
Ia mengaku jajaran Polres sementara mendalami pembunuhan tersebut.
Kapolres Suprianto juga menyebutkan saat ini Polres belum bisa memastikan apa motif dari pembunuhan karyawan PT BTIIG
“Belum, karena masih di jalan. Karena diamankannya sudah di wilayah Morut,” katanya.(*/gNews.co.id)

