POSO, DETAIL73.COM – Sejumlah proyek di lingkup Pemkab Poso yang bersumber dari pembiayaannya Dana Kelurahan (Dakel), khusus tahun anggaran 2022 lalu, diduga syarat akan berbagai masalah, sehingga keberadaan proyek proyek tersebut banyak mendapat sorotan dan melahirkan ketidakpuasan di masyarakat.
Contoh kongkrit Proyek Dakel yang melahirkan kontroversi serta protes dari masyarakat sekitar penerima manfaat proyek, adalah proyek tanggul yang berada di kelurahan Gebang Rejo dan kelurahan Gebang Rejo Timur, dimana kedua wilayah ini berada di wilayah kecamatan Poso Kota, sebaga pusat pemerintahan Daerah kabupaten Poso.
Keresahan warga terkait kedua proyek tersebut karena mereka menilai, selain proyek tanggul yang di bangun berdiri diatas pondasi lama, juga tidak menggunakan rangka besi, atau hanya disusun menggunakan batu dan campuran semen pasir semata.
“Kami yakin pak, jika terjadi banjir di sungai Poso, maka tanggul yang ada pasti jebol. Kami pasti akan mengalami ketakutan jika tanggul ini di buat terkesan asal jadi,” ungkap salah seorang warga Kelurahan Gebang Rejo yang di temui media ini beberapa waktu lalu.
“Setali tiga uang” ungkapan ini lahir dari warga kelurahan Gebang Rejo Timur yang sebagian wilayahnya juga berada dekat dengan daerah aliran sungai (DAS), dimana warga menyatakan kalau kualitas tanggul yang di bangun di wilayahnya kualitasnya sangat meragukan.
Pasalnya, selain terkesan asal jadi, tanggul yang di bangun saat ini sudah nampak retakan yang memanjang dan menyebabkan kekhawatiran warga. “Belum ada banjir ataupun tekanan alam tanggul sdh retak. Gimana kalau ada banjir atau gempa, pasti bangunan taanggul ini akan hancur,” tandas warga lainya.
Sementara itu, camat Poso Kota, Sudarman Majid, sebagai pejabat Kuasa Pengguna Anggara (KPA, saat di konfirmasi media antara lain mengatakan, kalau dirinya telah mengkonsultasikan keberadaan proyek tersebut kepada pihak konsultan dan Ishak LPSE. “Semua telah kami konsultasikan dan semuanya telah dianggap layak” ungkap Sudarman saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (15/01/2023).
Terkait adanya keluhan warga, camat Sudarman menyatakan akan segera mengkoordinasikan hal ini bersama pihak pihak terkait termasuk pihak ketiga atau pelaksana proyek.
Perlu diketahui, proyek tanggul yang berada di dua kelurahan tersebut memang sdh lama didambakan masyarakat. Pasalnya, jika tidak ada tanggung warga ketakutan jika terjadi banjir pada sungai Poso pada saat musim penghujan.
Namun sayangnya, proyek kedua tanggul yang masing masing menelan anggaran hampir mencapai 150 an juta (setiap Proyek Tanggul) tersebut, bukan di sambut dengan suka cita oleh warga, tapi justru lahir keresahan warga penerima manfaat. (SYM)
Editor : David Mogadi

