JAKARTA, DETAIL73.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi kebakaran Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/3). Jokowi mengakui, tempat yang ditinggali warga di Tanah Merah berbahaya untuk permukiman.
Jokowi perintahkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencari solusi agar tak lagi terjadi kebakaran yang menimbulkan korban jiwa.
“Yang pertama saya ingin menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada para korban atas kejadian di Plumpang ini. Kemudian yang kedua, saya sudah perintahkan kepada Menteri BUMN dan juga Gubernur DKI untuk segera mencari solusi dari kejadian yang terjadi di Plumpang,” tegas Jokowi.
Jokowi mengatakan, zona yang ditinggali warga saat ini masuk kategori bahaya. Oleh sebab itu, harus ada solusi memindahkan depo Pertamina atau melakukan relokasi kepada para warga yang tinggal di zona berbahaya tersebut.
“Terutama, karena ini zona yang bahaya. Tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada solusinya. Bisa saja Plumpangnya digeser ke reklamasi atau penduduknya yang digeser ke relokasi,” tutur dia.
Jokowi juga meminta depo pertamina di seluruh Indonesia diaudit. Guna mencegah terjadinya kebakaran yang membahayakan keselamatan warga. “Tadi saya sudah perintahkan semuanya,” imbuhnya.
Soal kapan dan dimana tempat relokasi, Jokowi menyerahkan kepada Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Jokowi meminta, solusi harus sudah dilakukan dua hari ke depan.
“Tetapi memang zona ini memang harusnya zona air entah dibuat sungai entah dibuat, harus melindungi dari objek vital yang kita miliki. Karena barang -barang di dalamnya barang-barang yang sangat bahaya untuk berdekatan dengan masyarakat, apalagi dengan pemukiman penduduk,” kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, dulu memang sudah direncanakan untuk dibuat air di kanan kirinya seperti aliran sungai. Tetapi memang belum sampai kepada titik mencarikan solusi kepada penduduk di sekitar.
“Tanah Merahnya ini kan padat dan penuh. Semuanya harus dicarikan solusi. Saya kira keamanan masyarakat, keselamatan masyarakat harus menjadi titik yang utama,” tutur Jokowi. (mdk/rnd)

