Poso, Detail73.com – Potret toleransi dan kehidupan damai kembali terlihat di Kabupaten Poso. Dua anak beragama Hindu asal Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Ratna dan Anggun, kini menempuh pendidikan di TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana bersama anak-anak dari latar belakang agama yang beragam.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan terus tumbuh di tengah masyarakat Poso. Lingkungan pendidikan usia dini dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan sikap saling menghargai sejak dini.
Aktivis Sosial dan Perdamaian Poso, Budiman Maliki mengungkapkan, kehadiran Ratna dan Anggun di lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah itu merupakan gambaran nyata praktik toleransi yang hidup dan berkembang di masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa semangat hidup berdampingan secara damai tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.
“Pagi ini saya duduk bersama dua anak Bali beragama Hindu asal Desa Bakti Agung, yakni adik Ratna dan adik Anggun, yang saat ini menjadi bagian dari siswa TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana. Ini adalah potret nyata bagaimana nilai-nilai toleransi dan bina damai telah membumi di dunia pendidikan usia dini,” kata Budiman Maliki.
Ia menilai, keberagaman yang ada di Desa Tambarana menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dijaga. Masyarakat dengan latar belakang Islam, Kristen, dan Hindu mampu hidup berdampingan dalam suasana yang rukun dan harmonis.
Budiman juga mengapresiasi peran TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana yang telah membuka ruang pendidikan inklusif bagi seluruh anak tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang keluarga.
“Langkah kecil seperti ini penting untuk memproses dampak menuju Poso yang damai, rukun, dan harmonis. Nilai-nilai toleransi harus terus dirawat sejak usia dini agar menjadi fondasi kuat bagi masa depan daerah ini,” tutur Budiman.

