PARIMO, DETAIL73.COM-Satgas Madago Raya tangkap satu DPO kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Desa Salubanga Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Rabu (27/4/2022).
Hal itu diungkapkan Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi saat menggelar jumpa pers didampingi Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Toto Nurwanto dan Kabinda Sulteng Brigjen TNI Chandra di Mako Polsek Sausu Polres Parimo, Kamis (28/4/2022).

Irjen Pol. Rudy yang juga PJKO Madago Raya mengatakan, bulan Ramadhan 2021 tepatnya 11 Mei 2021 di Desa Kalimago Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso kelompok MIT Poso telah mengeksekusi 4 warga dengan kondisi mengenaskan,” ungkapnya dihadapan sejumlah awak media.
Masih kata Irjen Pol. Rudy, menurut pemahaman mereka bulan ramadhan adalah saat yg tepat untuk melakukan amaliah. Oleh karena itu dalam bulan Ramadhan tahun ini Satgas Madago Raya meningkatkan instensitas pencegahan dan berhasil melakukan tindakan tegas terukur.
“Penangkapan dilakukan saat petugas Pos Sekat Desa Salubanga Sausu sedang melakukan patroli, menemukan orang yang dicurigai dan diduga sebagai salah satu DPO teroris MIT Poso,” terangnya.
“Orang tersebut diperintahkan untuk menyerahkan diri, tetapi yang terjadi justru melakukan perlawanan dengan melempar body vest warna loreng yang diduga Bom. Karena membahayakan petugas terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur yang berakibat orang tersebut meninggal dunia, ” tegas Rudy.
“Berdasarkan hasil identifikasi tim inavis Polda Sulteng, DPO teroris kelompok MIT Poso yang meninggal adalah Suhardin alias Hasan Pranata. Saat ini jenazah sudah berada di Rumkit Bhayangkara Palu,” jelasnya, seraya menambahkan dari tas pelaku ditemukan beberapa butir amunisi, parang, bom lontong yang didisposal, peralatan masak, puluhan paku, dan barang-barang lain,” akunya.
Kapolda Rudy juga kembali menghimbau kepada dua orang sisa DPO teroris MIT Poso agar segera menyerahkan diri yaitu saudara Nae alias Galuh alias Mukhlas dan saudara Askar alias Jaid alias Pak Guru,” pungkas mantan Kapolda Jawa Barat ini. (**)

