MORUT, DETAIL73.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoroti PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara (Morut) Sulawesi Tengah.
Sorotan tersebut mengenai penerapan kerja di PT GNI yang dinilai masih bermasalah.
Itu menjadi salah satu poin yang wajib diperhatikan oleh seluruh manejemen perusahaan.
Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Nurhasan Zaidi pengelolaan dan pemurnian (smelter) nikel yang dimiliki PT GNI yang merupakan perusahaan besar.
Dilansir dari laman resmi DPR RI, Ia mengatakan GNI masuk dalam proyek strategis nasional sudah seharusnya menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Namun ungkap Nurhasan Zaidi, pada kenyataannya penerapan K3 di perusahaan ini sangat lemah.
Padahal seperti diketahui, PT GNI yang merupakan Pabrik Pengelolaan dan Pemurnian (smelter) nikel merupakan proyek besar yang bernilai Rp27 triliun.
“Saya melihat proyek PT GNI yang sudah berjalan tiga tahun seharusnya progresnya sudah lebih rapi dan cepat, terutama terkait persoalan K3 yang lemah,” ujar Nur Nurhasan Zaidi saat mengunjungi GNI, belum lama ini, tepatnya pada Rabu (4/1/2023).
Karena K3 lemah, kata dia, sehingga mengakibatkan adanya insiden hingga merenggut nyawa dua pegawainya.
Oleh sebab itu sudah seharusnya proyek industri dengan nilai triliunan bisa lebih baik lagi ke depannya.
Lanjut Politisi PKS menilai dari hasil pertemuan tersebut, antara Tim Kunjungan Komisi VII dan jajaran pihak GNI tidak komprehensif.
Seharusnya pihak GNI paparkan secara transparan apa yang terjadi seutuhnya dalam insiden kebakaran yang mengakibatkan adanya dua nyawa yang hilang.(*/gNews.co.id)

