Infrastruktur Jalan Menuju Jembatan Kabose Menuai Sorotan

POSO, DETAIL73.COM – Mangkraknya proyek pembagunan jembatan yang menghubungkan antara wilayah Kelurahan Kayamanya dengan Kelurahan Bonesompe (Kabose) yang melintas di muara sungai Poso, di wilayah Kecamatan Poso Kota, kabupaten Poso, kembali menuai sorotan sejumlah pihak.

lebih ironi lagi, belum terbangunya jembatan penghubung kedua kelurahan , tersebut, namun infrastruktur jalan pendukung yang merupakan proyek reklamasi pantai sekitar, telah di bangun dengan konstruksi puncak (Top), berupa pengaspalan hotmix.

Padahal, menurut pakar jalan Dr. Taslim, hendaknya pembangunan infrastruktur jalan yang merupakan hasil dari reklamasi pantai harusnya belum dibuat maksimal seperti yang ada saat ini.

“Cukup dibangun akses sementara untuk pembangunan konstruksi jembatanya. Setelah konstruksi jembatan terbangun, barulah infrastruktur jalan dibangun secara maksimal (top).” ungkap Taslim
yang juga aktivis akademisi di Universitas Tadulako (Untad) Palu ini, saat dihubungi via ponselnya Jumat (27/01/2023).

Lanjut ucap Taslim menambahkan sebelumnya dirinya pernah memberikan masukan kepada pihak terkait agar pelaksanaan pengaspalan jalan pendukung menunggu selesainya pembangunan konstruksi jembatan.

Olehnya dirinya mengakui, agak terkejut saat mendapat informasi jika infrastruktur jalan telah puncak pembagunan dan telah selesai dilaksanakan, sementara untuk konstruksi jembatan belum ada tanda tanda akan di kerjakan.

“Oh, saya tidak tau kalau infrastruktur jalan sudah dibangun, harusnya bangun dulu jembatannya” jelasnya.

Seperti diketahui proyek jembatan yang di harapkan menjadi salah satu pendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat ini, berawal program peningkatan dan perluasan jalan dalam kota Poso yang telah menelan anggaran puluhan milyar rupiah yang bersumber dari APBD Poso, pada masa kepemimpinan Bupati Darmin A Silgilipu.

Menurut salah seorang warga Kelurahan Bonesompe, Faisal Amir, dari awal sudah meragukan adanya perencanaan proyek jembatan Kabose yang dilakukan pihak penentu kebijakan saat itu.

“Melihat kondisi hari ini, merupakan gambaran ketidak matangnya sebuah perencanaan yang menjadi acuan dari pihak pengambil kebijakan saat itu,” tutur Faisal.

Diketahui, proyek tesebut di laksanakan oleh PT Jaya Bersama Makmur selaku pihak pemenang tender. SYM

Editor : David Mogadi

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page