MORUT, DETAIL73.COM – Jelang 10 yahun berdirinya daerah otonomi baru Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, kemajuan daerah ini seiring hadirnya investor raksasa PT. GNI, membawa perubahan ekonomi yang cukup signifikan bagi pelaku ekonomi dan pemilik tanah yang mendirikan rumah-rumah kos di seputar industri smelter PT. GNI.
Meski begitu, daerah yang kaya dengan sumber mineral tambang ini, jauh dari pada harapan warga Wana yang kebanyakan bermukim di dataran tinggi, di seputar gugusan pegunungan Tokala.
“Contohnya kejadian yang memiriskan hati. Beberapa bulan lalu, seorang ibu hamil yang di tandu dari Desa Salubiro untuk mendapatkan pertolongan medis yang jaraknya sejauh puluhan kilometer meninggal dalam perjalanan, akibat lamanya ia di pikul oleh warga dalam perjalanan menuju Puskesmas,” kata warga Desa Lemowalia.
Kondisi jalannya semakin parah dari Desa Lemowalia ke Desa Salubiro Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara, disebabkan lambannya penanganan ruas jalan daerah itu.
Padahal jelang usia ke 10 tahun daerah ini, harusnya kondisi jalan ke kawasan pedalaman Wana di Desa Salubiro harusnya sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, agar akses mudah terjangkau. Apalagi jika ada warganya yang akan di rujuk ke Puskesmas Lemo, akan cepat tiba dan untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
“Tak hanya itu, beberapa bulan lalu, seorang ibu hamil yang ditandu untuk mendapatkan pertolongan medis meninggal dalam perjalanan, sebelum tiba di Puskesmas Lemo, dan baru-baru ini Rabu (15/02/2023) pekan lalu, lagi-lagi seorang perempuan warga Desa Salubiro umur sekitar 40 tahun, harus dipikul sejauh sekitar 12 kilometer, akibat kondisi jalan yang mirip kubangan kerbau tak bisa lalui ambulance,” ujar Robinson.
Warga pedalaman Wana, berharap Pemerintah daerah Morowali Utara dalam hal ini dinas PUPR segera turun tangan menangani kondisi jalan yang rusak bertahun tahun lamanya itu.(Rudy A Mairi)

