PALU, DETAIL73.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa sejumlah daerah di Kabupaten Poso terendam banjir akibat hujan lebat pada Selasa, 4 April 2023.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Andi Sembiring, mengatakan bahwa daerah tersebut adalah Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kelurahan Kayamanya Sentral, Kecamatan Poso Kota, dan Desa Salindu, Kecamatan Pamona Tenggara di Kabupaten Poso.

Menurut Andi Sembiring, banjir di Kelurahan Lawanga disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air hujan di wilayah tersebut.
Akibatnya, banjir merendam pemukiman warga dan fasilitas umum hingga mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
Sebanyak 20 unit rumah, satu unit gedung sekolah, dan sebagian ruas jalan terdampak oleh banjir tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kebutuhan mendesak yang perlu dilakukan di kelurahan tersebut adalah perbaikan drainase.
Sementara itu, di Kelurahan Kayamanya Sentral, banjir terjadi karena tanggul yang jebol akibat intensitas curah hujan yang tinggi sejak Selasa sore.
Satu unit rumah terendam oleh banjir tersebut, dan kebutuhan mendesak yang perlu segera dilakukan adalah pembuatan tanggul.
Di Desa Salindu, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan sejak Selasa siang serta adanya penyempitan dan tumpukan sampah di Sungai Gimpu.

Ada 45 unit rumah terendam dan 89 orang terdampak oleh banjir tersebut. Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir.
Kebutuhan mendesak di Desa Salindu adalah melakukan normalisasi Sungai Gimpu dan kebutuhan logistik.
Andi Sembiring mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Poso.
Saat ini, di Kelurahan Lawanga dan Kelurahan Kayamanya Sentral, masing-masing air telah surut dan warga telah melakukan pembersihan.
Sementara di Desa Salindu, aparat desa dan masyarakat serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa, bersama-sama turun membersihkan tumpukan sampah dan material yang menghalangi jalannya air sungai.***
Editor : David Mogadi
Sumber : Antara

