POSO, DETAIL73.COM – Ratusan hektar lokasi persawahan yang berada di wilayah Desa Masamba Kecamatan Poso Pesisir, serta Desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, terancam tidak dapat berproduksi.
Hal tersebut disebabkan kondisi pintu air bendungan utama dan irigasi yang rusak parah, yang hingga kini belum kunjung diperbaiki.
Akibatnya untuk musim tanam kedepan, diperkirakan hanya 30 persen petani yang dapat melaksanakan aktivitas pertanianya.
Kondisi yang sangat memprihatinkan ini mendapat perhatian dari aktivis agraria Eva Bande. Dikatakanya, situasi yang dialami para petani tersebut, harus segera mendapatkan respon dari pihak Pemda Poso.
“Sampai saat ini, tidak ada langkah-langkah perbaikan irigasi yang rusak di lokasi itu. Ini adalah ancaman krisis pangan di Kabupaten Poso,” ucapnya.
Akibat lain yang akan dirasakan petani sawah, kata Eva, sebagian dari mereka terancam tidak mampu memmbayar hutang bank dan tentunya berdampak pada tanah kebun mereka akan melayang karena sebagai jaminan hutang bank.
Sebelumnya juga, perempuan yang pernah memperoleh penghargaan Yap Thiam Hien Award itu tekah menemui dan berdiskusi dengan para petani tersebut.
Menyikapi kondisi yang ada, secara tegas Eva Bande meminta serta mendesak, agar Bupati Poso melalui Dinas terkait untuk menyiapkan infrastruktur irigasi yang baik.
Selanjutnya memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi kepada petani sawah dan petani tambak udang.
“Jika perlindungan kepada petani dan lahannya dapat di lakukan, jaminan pangan bagi masyarakat Kabupaten Poso akan terwujud. Karna petani adalah tulang punggung bangsa, maka seharusnya mendapatkan prioritas Pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Daerah kabupaten (Pemkab) Poso, melalui Sekertaris Dinas Pertanian, Mustafa Tohan, antara lain menjelaskan, pihaknya menegaskan kalau menyangkut bendungan utama irigasi merupakan kewenangan pihak Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Provinsi Sulawesi Tengah.
“Sementara kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Poso, hanya menangani jarinngan irigasi tersier, Dinas Pertanian telah melakukan koordinasi ke Dinas PUPR Kabuoaten Poso” tutur Mustafa, saat di konfirmasi media ini, via Ponselnya, Minggu (25/06/2023).
Adapun langkah yang sudah dilakukan pihak Dinas Pertanian dalam rangka mengantisipasi kondisi yang ada kata Mustafa, berupa pemberian bantuan bibit kedelai serta jagung kepada pihak petani untuk di tanami akibat kendala air.
Sementara PLT Dinas PUPR Kabupaten Poso, Aprilius, saat di konfirmasi via ponselnya, terkesan cuek dan tdak merespon sama sekali. Padahal sebelum, Bupati Poso pernah menegaskan jika ada hal hal yang sifatnya tehnis agar dikonfirmasi melalui jajaranya sebagaimana tupoksi yang ada.(SYM)
Editor : David Mogadi

