POSO– Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (BRIMOB Polda Sulteng) melalui Operasi Aman Nusa II menunjukkan kepedulian dan respon cepat terhadap warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Poso.
Pada Minggu pagi (27/7/2025), satu Satuan Setingkat Peleton (SST) dari Batalyon B Pelopor yang berjumlah 20 personel dan dipimpin oleh IPDA Fao Bulolo, mendirikan dapur lapangan dan mulai membagikan makanan siap saji kepada para pengungsi di Lapangan Desa Tolambo, Kecamatan Pamona Tenggara.
IPDA Fao Bulolo, saat ditemui di lokasi pengungsian, menjelaskan bahwa pendirian dapur lapangan ini merupakan tindak lanjut instruksi Dansat Brimob melalui Danyon B Pelopor Poso. Kompi B ditugaskan untuk mendirikan dapur umum di Desa Tolambo, karena lokasi ini menjadi titik konsentrasi pengungsian warga.(28/7/25).

“Dapur lapangan ini akan tetap kami operasikan hingga warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Kami menyediakan makanan tiga kali sehari — pagi, siang, dan malam. Untuk bahan makanan, sementara ini kami suplai langsung dari satuan,” jelas IPDA Fao.
Ia menambahkan, jika stok bahan makanan dari satuan habis, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BPBD untuk kebutuhan logistik selanjutnya.
Selain mendirikan dapur lapangan, personel Brimob juga membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing rumah warga yang rusak akibat gempa.
Agus, salah satu warga Desa Tolambo yang mengungsi, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Brimob. Mereka menyediakan makanan setiap hari dan selalu membantu kami di pengungsian,” ujarnya.
Posko Itu dibangun pasca Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Poso pada 24 Juli 2025 lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Zona Sesar Poso dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Guncangan kuat dirasakan hingga wilayah Morowali Utara dan Mangkutana dengan intensitas IV–V MMI.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, gempa ini menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 106 rumah warga dan memaksa 2.011 jiwa mengungsi. Empat desa terdampak paling parah meliputi Desa Tokilo, Tindoli, Tolambo, serta wilayah sekitar Pendolo.**

