Poso, detail73.com – Yayasan Panorama Alam Lestari (Y.PAL) Poso bersama YLBH Apik Sulawesi Tengah membuka forum multistakeholder untuk pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14-15 April 2026, di Aula Bappelitbangda Poso itu melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal guna menyatukan visi dalam menghadapi potensi bencana yang kerap mengancam wilayah Poso dan sekitarnya.
Direktur Y.PAL Poso, Yopi Harry, menegaskan pembentukan forum tersebut merupakan langkah awal membangun sinergi yang solid antar sektor.
Menurut dia, keterlibatan aktif pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas forum yang akan dibentuk.
Yopi menyebut, FPRB tidak sekadar menjadi wadah koordinasi, tetapi juga sarana edukasi publik dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Ia menekankan pentingnya mitigasi sejak dini untuk menekan dampak bencana, sekaligus memperkuat respons cepat saat terjadi krisis.
“Kami berharap seluruh pihak dapat selalu siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana di wilayah Poso,” ujar Yopi.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Poso, Reza Rangga, yang mewakili Bupati Poso, menegaskan urgensi pembentukan FPRB sebagai strategi kolektif daerah.
Ia menjelaskan forum ini menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga media untuk menyatukan kepedulian dalam manajemen risiko bencana.
Reza menambahkan, pembentukan FPRB diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkecil potensi korban, serta memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.
“Melalui FPRB, kita dorong terbentuknya budaya sadar bencana yang tangguh, mulai dari desa dan kelurahan hingga tingkat kabupaten,” tandasnya.

