Morut, detail73.com – Pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Morowali Utara periode 2026–2030 resmi dilantik di Aula SD Negeri Kolonedale. Kegiatan itu dirangkaikan dengan Workshop Insersi Kurikulum Berbasis Karakter (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum.
Pelantikan dan workshop digelar untuk memperkuat sinergi peningkatan mutu pendidikan agama sekaligus mendorong lahirnya pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Morowali Utara, Hasyim Alidrus, dibacakan Kepala Seksi Pendidikan Islam, Ibrahim Ismail. Hasyim berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan.
Ibrahim menyampaikan, pelantikan pengurus baru bukan sekadar seremonial, melainkan amanah untuk memperkuat organisasi sebagai wadah kolaborasi guru Pendidikan Agama Islam.

“AGPAII bukan sekadar organisasi, tetapi rumah besar bagi guru PAI untuk saling menguatkan dan bersinergi meningkatkan kompetensi serta kualitas pendidikan agama di Morowali Utara,” ujar Ibrahim.
Menurutnya, tantangan pendidikan semakin kompleks. Karena itu, pembelajaran agama harus mampu membentuk karakter, akhlak, dan perilaku peserta didik, bukan hanya berfokus pada penguasaan materi.
Workshop Insersi Kurikulum Berbasis Karakter dinilai menjadi langkah strategis agar guru PAI menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menanamkan nilai Islam yang moderat dan toleran.
“Guru PAI adalah garda terdepan penjaga moral bangsa. Teruslah berinovasi, menginspirasi, dan membangun karakter generasi muda di tengah tantangan zaman digital,” tegasnya.
Kementerian Agama juga memastikan terus mendukung program AGPAII, KKG, dan MGMP untuk meningkatkan kualitas guru PAI di Morowali Utara.

