PALU, DETAIL73.COM-Viral pernyataan peneliti astronomi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangeran Hasanuddin yang mengancam akan membunuh warga Muhammadiyah karena beda saat merayakan hari raya Idul Fitri 2023, mendapat tanggapan tajam dari aktivis Islam yang juga eks Napiter di Sulteng Farid Podungge.

Farid sapaan akrabnya, Selasa (25/4) menyikapi statement Andi Pangeran Hasanuddin yang akhir akhir ini ramai di beritakan di media sosial dan portal berita nasional.
“Maka saya, Farid Podungge yang menjadi bagian kaum muslimin dan mewakili umat Islam Sulawesi Tengah meminta kepada yang bersangkutan untuk beristighfar dan memohon ampun kepada Allah atas statement yang dibuat.
“Dirinya harus mempertanggungjawabkan konsekuensi hukum dari pernyataannya serta meminta maaf secara terbuka melalui media nasional kepada seluruh warga Muhammadiyah”
“Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dan menyelidiki secara objektif kasus ini”
“Menindak pelaku intoleran ini agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas, agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tegasnya.
Bahwa, kata pria yang aktif membina eks Napiter di Sulteng itu, tidak ada tempat bagi pemecah belah persatuan bangsa di republik ini.
“Demikian pernyataan ini kami buat untuk dijadikan perhatian semua pihak,” tandasnya.***
Editor : David Mogadi

