POSO, DETAIL73.COM – Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Pemerhati Sejarah Budaya To Pamona (Forpsebpam) Kabupaten Poso, Sulteng, memasangan papan bicara di lokasi pembangunan taman konservasi Kompodongi yang sedang dikerja saat ini oleh pihak PT. Poso Energy.
Pemasangan papan tersebut serangkaian adanya aksi damai oleh Forpsebpam Kabupaten Poso, Sabtu (24/6/2023).
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes Forpsebpam, karena lokasi yang dibangun merupakan kawasan hak ulayat masyarakat Kelurahan Tentena, Kelurahan Sawidago, Kelurahan Petirodongi dan Kelurahan Tendeadongi yang kini proses pengerjaannya harus segera dihentikan.
Pemasangan papan bicara berupa spanduk sebanyak dua buah bertuliskan “Forum Pemerhati Sejarah Budaya To Pamona berdasarkan: Akte Notaris-17 No. AHU 0000150-ah.01.22 Tahun 2022, Kawasan Kompodongi Ini Tanah Adat dan Hak Ulayat Masyarakat Adat Perbentengan Tamungkundena, untuk itu segala kegiatan di kawasan Kompodongi segera dihentikan sebelum ada penyelesaian secara hukum, kawasan Kompodongi telah dirusak”.
Victor, salah seorang peserta aksi mengatakan bahwa tuntutan Forpsebpam kepada pihak PT. Poso Energy agar segera dikembalikan lokasi Kompodongi yang sudah terpakai dengan kapasitas lapang seluas 15 Hektare, untuk kepentingan budaya to Pamona
“Tentunya masalah ini harus segera diselesaikan, segala kegiatan di kawasan Kompodongi segera dihentikan sebelum ada penyelesaian secara hukum,” ucap Viktor, Selasa (27/06/2023).
Pemasangan papan bicara, diluar area kerja dari PT. Poso Energy, merupakan hasil upaya mediasi bersama sebelumnya yang melibatkan Ketua dan Pengacara Kabupaten Poso, Kapolsek Pamona Utara serta perwakilan PT. Poso Energy
Forpsebpam Kabupaten Poso Juga minta kepada pihak PT. Poso Energy untuk menghadirkan Pemda Poso di lokasi Kompodongi untuk melakukan mediasi agar dapat menentukan batas wilayah kerja PT. Poso Energy dan juga batas wilayah kawasan hak ulayat masyarakat to Pamona.
Terkait permintaan tersebut, Forpsebpam Kabupaten Poso memberikan waktu batas waktu kepada pihak PT. Poso Energy antara tanggal 3 s/d 6 Juli 2023, di di lokasi Kompodongi. (RD)
Editor : David Mogadi

