POSO, DETAIL73.COM – Bupati Poso,
dr. Verna G.M Inkiriwang, menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Borobudur, Jakarta. baru-baru ini.

Seminar ini bertujuan untuk mengintegrasikan isu lingkungan hidup dan ancaman bencana lingkungan ke dalam rumusan isu strategis dan permasalahan pembangunan.
Acara tersebut merupakan kerjasama antara APKASI dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dengan mengangkat tema “Tantangan Pembangunan Daerah Di Tengah Fenomena Perubahan Iklim, Ancaman Bencana Lingkungan, dan Upaya Investasi Lestari.”

Semua kepala daerah yang hadir dalam seminar ini akan mendapatkan pendampingan dalam proses pelaksanaan pembangunan, dengan komitmen untuk tetap berupaya menjaga pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua APKASI, Muhammad Nur Arifin, yang juga menjabat sebagai Bupati Trenggalek, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dalam penyediaan pangan akibat perubahan iklim.
Dia mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini dan menyadari bahwa perubahan iklim telah membawa dampak serius terhadap pertanian dan ketahanan pangan di seluruh wilayah indonesia.
Nur Arifin menyampaikan bahwa cuaca yang tidak stabil, seringkali disertai dengan bencana alam seperti banjir dan kekeringan, telah menghambat produksi pangan.
Arifin menjelaskan bahwa upaya untuk menghadapi tantangan ini membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, petani, dan masyarakat lokal.
Dia menekankan pentingnya adopsi teknologi pertanian yang ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta peningkatan infrastruktur irigasi untuk memitigasi dampak perubahan iklim.
Lebih lanjut, Arifin menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan. Dia mengajak para pemangku kepentingan dari sektor swasta untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menganalisis kondisi tanah secara mendalam.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang akurat mengenai kualitas tanah dan jenis tanaman yang paling sesuai untuk ditanam, mengingat perubahan – perubahan iklim yang terjadi,” jelasnya.
Diakhir sambutannya, Arifin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi inovatif guna meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.
Dia berharap melalui kerjasama yang kokoh dan kebijakan yang bijaksana, mereka dapat menciptakan sistem pertanian yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim, sehingga masyarakat lokal tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi.
Hadir dalam acara tersebut para Bupati/Pj Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah atau Kepala Bappeda seluruh Indonesia.**
Editor : David Mogadi
Sumber : Prokopim Kab Poso

