MORUT, DETAIL73.COM – Terkait persoalan dampak lingkungan yang diduga timbul akibat aktivitas pertambangan PT Mulia Pasifik Resouces (MPR) yang menyebabkan banjir yang di sertai lumpur di gunung tondu.
Karena dianggap telah mengancam keselamatan jiwa dan pemukiman warga masyarakat yang ada di kota Kolonodale Kabupaten Morowali Utara, berujung dikeluarkannya rekomendasi kesepakatan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan PT MPR, Selasa (11/04/2023) bertempat di ruang komisi 1 DPRD Morut .
Rapat Dengar Pendapat ini dipimpin wakil ketua ll DPRD Muhammad Safri yang di dampingi Ketua Komisi 1 DPRD Melky Tangkidi dan sejumlah Anggota DPRD lintas komisi.
Untuk diketahui RDP ini melahirkan 3 poin kesepakatan, Pertama, menyepakati dihentikannya aktivitas IUP PT.MPR yang membahayakan dan mengancam pemukiman masyarakat kota Kolonodale.
Kedua, terkait pihak perusahaan wajib melakukan penanaman kembali di lokasi yang telah terdampak pada kerusakan lingkungan.
Ketiga, pembuatan CEK DAM tanggul penutup yang pelaksanaanya di awasi oleh DPRD dan instansi terkait bersama masyarakat dan pihak perusahaan wajib melakukan perlindungan terhadap sumber mata air.
“Pada kesempatan itu bahwa DPRD sifatnya hanya mengeluarkan rekomendasi namun secara tehknis yang akan mengeksekusinya nantinya adalah pihak eksekutif,” jelas Safri yang juga Ketua DPC PKB Morut ini.
Sebelumnya Dody Adisatya S.Hut, menyoroti aktivitas penambangan yang di lakukan PT MPR selama ini di sekitar lokasi gunung Tondu, yang sudah sangat mengancam keselamatan jiwa serta pemukiman masyarakat yang tinggal di kota Kolonodale, sehingga aktifitas
PT MPR harus dihentikan tidak boleh tidak.
Menanggapi pernyataan itu, perwakilan PT MPR Ratnawati Iriani mengatakan sebagai perusahaan yang taat aturan, sebelumnya dalam melaksanakan aktifitas penambangan tetap berpedoman pada aturan yang jelas dan apapun keputusan yang di ambil dalam RDP tersebut, sebagai perusahaan siap melaksanakannya.
Pada kesempatan itu juga, Ratnawati Iriani memaparkan sejumlah kontribusi positif yang sudah di lakukan PT MPR selama melakukan investasi di wilayah kota kolonodale dan sekitarnya, seperti sudah memberikan kompensasi bagi Dewan Adat Kelurahan Bahontula, bantuan 4 sumur bor untuk air bersih, serta bantuan sejumlah sembako buat korban banjir yang terjadi saat ini.
RDP itu dihadiri antara lain,Kadis LHK Morut Ir Syarifudin, Plt Kepala BPBD MorutvDelfian Parenta,ST, Kasat Pol PP Morut Burharman Lambuli, Kepala KPH Tepi Asa Aroa Morut Aries Widjajanto, Unsur Tripika Kecamatan Petasia, perwakilan Bagian Hukum Pemda Morut, perwakilan PT MPR Ir Ratnawati Iriani dan Niko Herman Liku, perwakilan Pemuda Peduli Morut, DPC Pospera, Aliansi Masyarakat Kota kolonodale, Organisasi Pencita Alam Morut, serta sejumlah Tokoh masyarakat kolonodale. (San/Yoksan)
Editor : David Mogadi

