BANGGAI, DETAIL73.COM – Bakal calon DPD RI dapil Sulteng, Andika Mayrizal Amir, dinilai masih minim etika politik. Sebab, keikutsertaan Andika dalam kontestasi politik 2024, justru memicu reaksi dari kontestan lain.
Seperti yang terjadi di Luwuk, Kabupaten Banggai, pada hari Selasa pagi (18/4/2023). Spanduk ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri milik anak Wagub Sulteng yang terpasang di pintu masuk Masjid Agung Luwuk, tampak menutupi spanduk milik anggota DPD RI incumbent, Abdul Rachman Thaha atau ART.
Padahal, spanduk ART lebih dulu terpasang di pagar itu. Tapi tiba-tiba spanduk Andika menutupi spanduk ART.
Tim ART langsung bereaksi keras begitu mengetahui hal ini. Sebagai politisi muda, Andika diimbau untuk belajar etika. Sehingga tidak melakukan hal-hal seperti itu.
“Kesannya seperti show force (unjuk kekuatan) di basisnya. Ini cara-cara yang kurang beretika. Tidak boleh begitu,” kata Irwansyah, salah seorang tim ART di Luwuk.
Menurutnya, spanduk milik Andika dipasang pada malam hari (Senin malam). Sengaja dipasang malam hari supaya tidak terlihat orang lain saat mereka menutupi spanduk milik ART.
Diketahui, Andika dan ART sama-sama bakal calon DPD-RI dapil Sulteng. Bedanya, Andika pendatang baru sedangkan ART berstatus incumbent.
“Kami akan selidiki, apa tujuan Andika dan timnya sehingga menutup spanduk kandidat kami. Semoga bukan karena kesengajaan. Kalau disengaja, ini bencana etika dalam berpolitik,” kritik Irwansyah.
Adab dan tahu etika dalam berpolitik, menurut Irwansyah sebisa mungkin dijunjung tinggi. Sehingga akan menjadi legacy bagi generasi berikutnya, terutama di Kabupaten Banggai dan sekitarnya.
“Seseorang yang berilmu, belum tentu memiliki adab dan etika yang baik. Tapi kalau kita beretika dan beradab, kita terlihat seperti seseorang yang memiliki ilmu. Diri kita juga mudah diterima dalam pergaulan,” sindir Irwansyah.
Ia berharap Andika dan timnya melakukan permohonan maaf atas kejadian ini. Dan segera memperbaiki posisi spanduk yang saling tindih. Karena, ART dan tim merasa dipandang sebelah mata alias tidak dihargai.
“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bagaimana pun, embel-embel Andika adalah seorang anak Wagub. Dan hal itu dilakukan di Luwuk yang notebene basis dan asal Wagub Sulteng Ma’mun Amir, ” demikian kata Irwansyah.
Andika Mayrizal Amir yang dikonfirmasi media ini Selasa (18/4/2023) sore, tidak mengetahui kejadian tersebut. Selama ini ia lebih sering berada di Jakarta.
“Kalau terkait hal ini saya juga baru tahu. Lebih jelasnya mungkin bisa hubungi rekan saya di Palu,” jawab Andika via pesan WhatsApp sembari mengirimkan salah satu nomor rekannya.
Ternyata rekannya tersebut adalah LO-nya sendiri saat mendaftar di KPU. Namanya Muh Zuchri Enteding alias Upy. Pria ini juga penanggung jawab pemasangan baliho dan spanduk milik Andika.
“Saya tadi diberi tahu Andika. Terkait spanduk di Masjid Agung Luwuk. Kami sudah cek dan sudah kami perbaiki posisinya,” kata Upy.
Perbaikan letak dan posisi spanduk dilakukan sekitar pukul 19.00 Wita pada Selasa malam. Proses perbaikan juga didokumentasikan.
Atas nama bakal calon Andika Mayrizal Amir, Upy memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada ART dan timnya. Hal ini terjadi tidak ada unsur kesengajaan.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Tim yang memasang spanduk sudah saya tegur. Mereka agak buru-buru malam itu memasang spanduk. Sehingga tidak teliti lagi,” katanya menegaskan tak ada kesengajaan apalagi tendensi apa-apa. **
Editor : David Mogadi

