JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) terus menunjukkan komitmen serius dalam mencari solusi inovatif terkait pengelolaan sampah. Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja langsung Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan, Rabu malam (09/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Delis didampingi oleh Anggota DPRD Morut Mastam Mukaring dan Ketua Apindo Morut Jufri Toadji. Fokus utama peninjauan ini adalah melihat langsung efektivitas teknologi mesin pemilah sampah otomatis yang telah diterapkan di lokasi tersebut.
Teknologi ini dinilai sangat strategis karena mampu meminimalkan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus memaksimalkan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga melalui sistem daur ulang yang efisien.
Dorong Ekonomi Sirkular
Di sela-sela peninjauan, Bupati Delis menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu krusial yang memerlukan pendekatan terpadu dan sentuhan teknologi modern.
“Hari ini kami bersama Anggota DPRD dan Ketua Apindo Morut menyaksikan langsung mesin pengolahan sampah yang mampu memilah secara otomatis. Hasil akhirnya tidak hanya mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat maupun daerah,” ujar Bupati Delis.
Sistem pemilah otomatis ini memiliki presisi tinggi dalam memisahkan berbagai jenis sampah yang selama ini menjadi kendala jika dilakukan secara manual. Sampah yang telah terpilah nantinya dapat diolah kembali menjadi bahan baku industri atau produk bernilai jual.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Dukungan Legislatif
Rencana implementasi teknologi serupa di Morowali Utara mendapat lampu hijau dari pihak legislatif. Anggota DPRD Morut, Mastam Mukaring, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah daerah tersebut.
“Pemanfaatan teknologi modern sangat diperlukan agar permasalahan sampah tidak menjadi beban lingkungan di masa mendatang. Kami berharap Morowali Utara dapat menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi di Sulawesi Tengah,” ungkap Mastam.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah awal Pemkab Morut dalam membangun sistem persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan. Rencana pengadaan dan implementasi teknologi pemilah otomatis ini diperkirakan akan dibahas lebih mendalam pada tahun anggaran mendatang guna menciptakan lingkungan Morut yang lebih bersih dan sehat. (MCDD)

